oleh

Keluarga Korban Perkelahian Suporter Sepakbola di Ndoso Datangi Polres Mabar

Foto : Keluarga korban berdialog bersama Wakapolres Mabar 

RADARNTT, Labuan Bajo – Sebanyak 30 orang dari Keluarga korban meninggal akibat perkelahian antara dua suporter tim sepak bola di Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, mendatangi Polres Mabar mempertanyakan perkembangan kasus tersebut.

Perwakilan keluarga korban (Feliks Gandur, 40 thn), Mensu Nomel mengatakan pihaknya mempertanyakan perkembangan kasus tersebut. Pasalnya hingga saat ini keluarga masih belum mengetahui perkembangan kasus itu.

“Padahal kasusnya sudah enem bulan sejak tanggal tujuh Mei lalu,” kata Mensu kepada radarNTT. Senin, (06/11/2017) di Polres Mabar.

Dikatakan Mensu, keluarga telah mempertanyakan perkembangan kasus itu berulang kali ke penyidik Polres Mabar. Namun hingga saat ini polres Mabar belum juga menyampaikan perkembangannya.

“Kami telah berulang kali melakukan komunikasi ke penyidik, namun jawaban mereka selalu sama yaitu kami (keluarga,red) bersabar saja”, katanya.

Mensu mendesak Polres Mabar segera menagkap pelaku yang menyebabkan adiknya meninggal dunia. “Kami desak polisi segera tangkap pelakunya supaya situasi di kampung kondusif, sebab saat ini situasi masih tegang,” tutur Mensu

Demikian Mensu menuturkan kronologis kejadian bermula ketika pertandingan sepakbola antara kesebelasan Kampung Puntu, Desa Tentang, melawan Mudika dari Labuan Bajo, dalam rangka memperingati hari Pantekosta Paroki Tentang.

Saat pertandingan sedang berlangsung, terjadi kesalahpahaman antara pemain. Para penonton kedua tim lalu tidak menerima lalu turun ke lapangan dan terjadilah perkelahian.

“Peristiwa perkelahian itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita, bertempat di lapangan sepak bola Desa Tentang, Feliks Gandur (korban, red) terluka bagian kepala dan dibawa ke Puskesmas Tentang, Kecamatan Ndoso untuk mendapatkan pertolongan pertama. Selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Mben Boi Ruteng, Kabupaten Manggarai. Namun esok harinya korban meninggal dunia,” kata Mensu.

Sementara itu Wakapolres Mabar, Kompol Edwar Jacky Tofany Umbu, usai pertemuan bersama keluarga korban mengatakan, pihak Polres masih mencari mengembangkan kasus tersebut.

“Kita masih mengumpulkan bukti-bukti dan mendengarkan keterangan saksi-saksi memperkuat data-data kita. Kita minta kerjasama dari masyarakat untuk percepatan proses kasus ini. Secepatnya kita upayakan mengungkap kasus ini,” tutur Jacky. (Mhen/rn).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru