oleh

1001 Lilin dari Malaka untuk Surabaya

-Malaka, News-461 views

RADARNTT, Betun – Peristiwa kelam yang terjadi  beberapa hari lalu di jantung kota Surabaya menyisahkan luka mendalam untuk Republik ini. Kejadian bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018), secara tidak langsung, telah mencoreng wajah Indonesia di mata dunia sebagai negara darurat terorisme. Umat Nasrani sangat berduka dengan aksi terkutuk ini.

Sebagai bentuk solidaritas atas peristiwa itu, anak-anak muda Kabupaten Malaka yang tergabung dalam beberapa elemen, tepat Pkl. 19:00 WIT menggelar aksi 1001 lilin di lapangan umum kota Betun, Selasa, (15/5/2018).

Sekira 800 muda-mudi yang ikut ambil bagian dalam aksi yang diinisiasi oleh Pospera, Kontas, Senat STKIP, GMNI, PMKRI dan Vox Point Malaka serta masyarakat sekitar lokasi aksi.

koordinator aksi, Novri E. Nabu menyatakan dukacita mendalam untuk korban teror di Surabaya. Ia menilai, tindakan terorisme sangat tidak bermoral dan tidak berprikemanusiaan.

“Malam ini, kita sekalian berkumpul di sini untuk membakar 1001 lilin. Bersama kita ungkapkan rasa dukacita yang mendalam untuk saudara-saudari kita yang telah meninggal sebagai korban dari tindakan teror yang sangat tidak bermoral dan berprikemanusiaan” ujar Novri.

Selebihnya Nabu membacakan pernyataan sikap dari himpunan anak muda Malaka yang terdiri dari beberapa poin diantaranya,  bahwa sesunggunya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Agama manapun selalu mengajarkan damai dan cinta kasih. Mengutuk keras tindakan teroris dan mendukung pemerintahan Jokowi dan TNI – Polri agar menindak tegas pelaku teroris. Mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU terorisme dan memdesak pemerintahan Jokowi untuk secepatnya menerbitkan Perpu teroris.

Mengecam partai maupun oknum politisi yang selalu memperkeruh suasana negara.

Program deradikalisasi BNPT akan sia-sia jika masyarakat justru memberi panggung kepada oknum-oknum yang menyebarkan paham radikalisme dan kekerasan lewat daqwanya. Menolak SARA dan semacamnya, sebab empat pilar kebangsaan sudah final. Menghimbau kepada seluruh elit politik dan masyarakat menghentikan komentar yang justru memperkeruh suasana.

Sedangkan, politisi muda Partai Berkarya, Yance Berek mengatakan, aksi pembakaran lilin di pusat kota Betun ini adalah aksi protes dan kecaman terhadap terorisme serta solidaritas dari muda-mudi Malaka bagi korban bom di Surabaya, sehingga menurutnya, melalui aksi ini dapat mempererat tali persaudaraan antar umat beragama tetap bersatu dan tidak terpecah belah.

Doa bersama disesi akhir, dibawakan oleh wartawan Victory News, Mans Nahak. Sehabis doa, Mans menutupnya dengan sebuah pengumuman, bahwa pada hari Jumat (18/5/2018) malam akan kembali digelar aksi 1001 lilin di lapangan umum Betun bersama Pemkab Malaka serta para tokoh lintas agama se-Malaka. (Baurae/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru