oleh

Ancaman Kekerasan Seksual Hantui Anak Anak Di Kabupaten Kupang

-Kupang, News-829 views

 

Ket: Benyamin Luji Kabid Rehsos Dinsos Kabupaten Kupang Didampingi Satuan Bakti Pekerja Sosial

RADARNTT, Oelamasi — Berdasarkan data yang dihimpun Satuan Bakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak bentukan Kemensos RI ditempatkan di Bidang Rehabilitasi Sosial di Dinas Sosial Kabupaten Kupang, terdapat fakta yang cukup mengejutkan.

Dimana tindak kejahatan terhadap anak di usia dini mengalami peningkatan yang cukup tajam seolah tanpa kendali. Data Tahun 2015 terdapat 8 Kasus, Tahun 2016 terdapat 13 Kasus, pada Tahun 2017 meningkat cukup tajam mencapai 50 kasus, sedangkan per Januari hingga Juni 2018 mencapai 23 Kasus. Pada Tahun 2017 Kasus anak saksi dan anak korban kekerasan seksual di bawah umur ini cukup mendominasi, hingga mencapai 16 kasus.
Status yang ditangani pekerja sosial melalui beberapa tahapan, yang pertama asesmen, perencanaan intervensi, intervensi, monitoring evaluasi dan terminasi (Pengakhiran layanan). Jumlah kasus yang telah dilakukan pendampingan oleh para pekerja sosial Kabupaten Kupang secar keseluruhan dari Tahun 2015 sampai Tahun 2017 sebanyak 71 kasus dimana terdapat 13 kasus masih tahap pelaksanaan intervensi dan monitoring evaluasi dan 58 kasus telah dilakukan terminasi (reunifikasi dengan keluarga). Sedangkan pada periode Januari Juni 2018 terdapat 23 kasus dan masih dalam tahap intervensi. Melkior Musikam salah seorang pekerja sosial mengatakan kepada wartawan, terkadang kita juga menawarkan diversi yakni untuk kasus yang ancaman hukuman dibawah 7 tahun penjara bisa diselesaikan di tingkat kepolisian (Jumat, 21/09/2018).

Sementara itu Kabid Rehabilitasi Sosial Benyamin Luji mengingatkan, peningkatan sejumlah kasus kekerasan seksual diakibatkan karena faktor lingkungan dan pendidikan karena kejadian yang terjadi umumnya di kampung kampung. Orang tua yang pendidikannya kurang lantas transportasi yang tidak memadai (terisolasi), tempat perkebunan kering yang jalannya berkilo kilo. Dan jangan lupa hal itu juga berkaitan dengan miras atau minuman keras terutama di daerah pertanian.

Umumnya para petani sudah menyediakan di jerigen jerigen, kita capek dimana kita berhenti untuk minum. Faktor ekonomi dan miras adalah faktor utama timbulnya kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. Selama ini hanya diselesaikan secara adat padahal secara moral anak anak sudah terlanjur rusak karena tekanan psikis yang terjadi, tegasnya. (SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru