oleh

Aneh, Lembaran Surat Pemecatan Bendahara Dana BOS SD Inpres Liliba Tanpa Stempel

 

Ket: Amplop Surat Yang Berisi Pemecatan Bendahara BOS di SD Inpres Liliba Kota Kupang

RADARNTT, Kupang — Rupanya keputusan lisan dan sepihak dari Kepala Sekolah SD Inpres Liliba Rosina Menoh dalam rapat dewan guru bersama komite sekolah yang digelar pada Hari Jumat (31/8/2019) minggu lalu bukan gertak sambal.

Surat pemecatan dikirim melalui ekspedisi diterima bendahara BOS Rinjani Kapiluka sekitar pukul 10.00 Wita pagi ini, namun anehnya hanya amplop surat yang tertera stempel sedangkan dokumen pemecatan tidak berstempel (Senin, 3/9/2018).

Hal itu diakui Rinjani Kapiluka kepada tim radarntt via seluler, “Memang benar lembaran surat pemecatan tersebut tidak ada stempel, hanya amplop surat saja yang di stempel.”

Surat pemecatan yang berhasil didokumentasikan wartawan memang menimbulkan beragam pertanyaan, selain lembaran surat pemecatan tidak berstempel juga tanggal pemecatan bendahara dibuat secara sengaja berlaku surut tertulis Tanggal 1 Juli 2018.

Ket: Lembaran SK Pemecatan Bendahara BOS tanpa stempel

Padahal dalam rekaman video rapat dewan guru bersama komite sekolah pada Hari Jumat yang lalu diketahui rencana pemecatan baru dinyatakan lisan Rosina Menoh Kepala Sekolah SD Inpres Liliba pada Hari Jumat Kemarin Tanggal 31 Agustus 2018 dan berakhir ricuh.

Dalam rekaman Video tampak seorang guru bernama Bertha berteriak histeris mempertanyakan perilaku kepala sekolah yang gemar gonta ganti bendahara dana BOS.

Lebih jauh diungkapkan Rinjani, “Guru guru juga tidak terima dengan tindakan ini karena di surat pemecatan point ke 4 tentang hasil keputusan rapat dewan guru Tertanggal 31 Agustus 2018, padahal saat rapat kemarin fakta menunjukkan dewan guru bersama komite tidak ada yang setuju terkait pemecatan tersebut.”

Selain itu dalam petikan percakapan yang terdokumentasikan oleh seseorang, menyebutkan bahwa Kepala Sekolah Rosina Menoh merasa ditekan, meski kepada bendaharanya ia sempat meralat kata ditekan, namun minta tolong agar sang bendahara mengerti maksudnya.

Dan sejak beberapa waktu sebelumnya sang Kepala Sekolah memohon kepada bendahara agar tanggal pemecatan berlaku surut yakni per 1 Juli 2018, padahal seperti yang diketahui publik dugaan skandal penyelewengan dana BOS ini mencuat di media ini pada bulan Juni 2018, ketika sejumlah guru memprotes tindakan kepala sekolah yang memotong sejumlah insentif sesuai hasil kesepakatan yang tertuang dalam RKAS.

Sementara itu pada berdasarkan informasi yang cukup akurat rencananya hari ini Tanggal 3 September 2018 pukul 10.00 Kepala Sekolah SD Inpres Liliba dipanggil TIPIKOR Polda NTT untuk jalani pemeriksaan perdana bagi dirinya, setelah ketiga mantan bendahara BOS SD Inpres Liliba dan Pemilik Toko Vinaria diperiksa secara marathon oleh polisi. Berikut nama nama yang sudah jalani pemeriksaan Tim Tipikor Polda NTT Yener Plever Noti mantan Bendahara BOS SD Liliba yang kini menjabat Kepala Sekolah Naimata, Aprilia Bardama Tombi mantan Bendahara BOS Liliba SD Liliba, Bendahara BOS SD Liliba Rinjani Kapiluka dan Pemilik Toko Vinaria. (TIM REDAKSI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru