oleh

Banyak Pendapatan SKPD Kabupaten Kupang Tidak Memenuhi Target

 

Anton Natun Politisi asal Partai Hanura sekaligus Ketua Komisi C  DPRD Kabupaten Kupang.

RADARNTT, Oelamasi — Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kupang menunjukan banyak SKPD dilingkup Pemda Kabupaten Kupang tidak memenuhi target (Jumat, 14/09/2018).

Anton Natun dari Fraksi Hanura saat ditemui seusai rapat dengar pendapat komisi C DPRD Kabupaten Kupang menyebutkan seluruh SKPD Mitra komisi C hampir semua SKPD tidak memenuhi pendapatan yang telah ditargetkan.

“Anggaran yang ada perlu dikoreksi karena menurut kami hampir semua SKPD pendapatannya tidak memenuhi target, artinya pemerintah harus koreksi karena kita harus berpedoman kepada tahun sebelumnya. Jika pendapatan tahun sebelumnya sebesar 20 persen maka mungkin tahun ini kita naikan menjadi 10- 20 % sehingga menjadi riil,” ungkapnya.

Kondisi anggaran yang dibangun menurutnya kurang efektif karena pendapatan daerah banyak tapi SKPD yang tidak mencapai target, artinya masalah belanja diperbaiki sehingga pembiayaan untuk tahun 2018 bisa seimbang, artinya antara pendapatan dan belanja sehingga pada umumnya dalam pembiayaan tidak mengalami defisit .

Selanjutnya Anton menjabarkan, jika menggunakan sistem ini maka akan mempengaruhi seluruh hasil kerja dari penyusunan APBN sampai dengan penetapan peraturan daerah APBD karena penetapan bersama pemerintah dan DPRD dalam menyetujui Perda menyangkut APBD tetapi dalam realitasnya tidak dapat dilakukan. Ternyata dalam pembiayaan mengalami defisit.

Kalau dalam pembiayaan defisit diambil sisa kemudian menutupi kekurangan atau defisit maka bisa terjadi balance.
Tapi estimasi untuk mendapatkan sisa tidak masuk maka akan mempengaruhi belanja yang telah ditetapkan.

“Oleh karena itu kami DPRD dalam rapat dengar pendapat ini
menyarankan kepada pemerintah untuk mengubah kinerja pemerintah sebaiknya merevisi peraturan daerah yang berkaitan dengan pajak, baik PBB, Galian C, dan pajak lainnya sehingga bisa mengoreksi pendapatan daerah yang cukup signifikan,” tegas Anton.(AA/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru