oleh

Belum Tuntas Pembebasan Lahan Kawasan Industri Bolok

RADARNTT, Kupang – Masyarakat Adat Helong mengangkat masalah pembebasan lahan Kawasan Industri Bolok yang sebagian besar belum tuntas dibayar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada pemilik lahan, padahal kawasan itu sudah lama dikelola investor.

Hal ini disampaikan sejumlah tokoh masyarakat adat Helong, saat dialog bersama Anggota DPR/MPR Fraksi Partai NasDem Jacki Uly, dalam kegiatan reses yang berlangsung di Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, Selasa, (8/8/2018) petang.

Ketua persehatian 12 Suku Helong di Bolok, Christofel Neno menyampaikan sampai saat ini pemerintah provinsi belum melunasi pembayaran pembebasan lahan Kawasan Industri Bolok, “sejak jaman Gubernur Herman Musakabe sampai saat ini kawasan itu sudah beroperasi tapi banyak lahan masyarakat belum lunas dibayar pemerintah provinsi”, tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta dukungan anggota DPR dalam hal ini Jacki Uly agar membantu memperjuangkan masalah ini kepada pemerintah untuk segera dilunasi.

Selain itu, masih menurut Chris Neno masyarakat Bolok juga mengalami kesulitan air untuk lahan sawah yang selama ini hanya bergantung pada air hujan saat musim penghujan.

“Kami memiliki lahan sawah tadah hujan yang cukup luas, hamparan yang hampir sama luas dengan Oesao, tapi tidak ada air untuk irigasi”, sambungnya.

Sehingga masyarakat Bolok sangat mengharapkan pemerintah segera membangun embung-embung dan sumur bor untuk mengairi lahan persawahan tersebut agar bisa digunakan sepanjang tahun dengan maksimal guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat dan tidak bergantung pada musim hujan yang juga tidak menentu akhir-akhir ini.

Di tempat yang sama tokoh pemuda Simon Sila mengatakan sudah ada PLTU di Bolok tetapi masyarakat Desa Bolok masih diliputi kegelapan,”kami masyarakat Bolok belum dilayani penerangan listrik padahal disini sudah dibangun PLTU”, katanya.

Ironi di tengah gemerlapnya pembangunan beberapa pembangkit listrik di kawasan itu.

Menanggapi usulan dan harapan masyarakat, Jacki Uly menyanggupi dan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait baik di level pemerintah provinsi maupun pusat untuk segera menjawab kebutuhan dan permasalahan masyarakat Bolok, Nitneo dan Kuanheun.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi NTT menargetkan pembebasan lahan hingga 900 hektare untuk pengembangan kawasan industri Bolok (KIB) di Kabupaten Kupang tuntas pada tahun ini.

“Proses pembebasan lahan terus berlangsung. Tahun ini ditargetkan bisa selesai seluas 900 hektare untuk pengembangan kawasan industri Bolok,” kata Kepala Dinas Perindustrian NTT Obaldus Toda, Rabu (31/1/2018) seperti dilansir industri.bisnis.com. (Tim/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru