oleh

Butuh Perhatian Pemerintah Bangun Jalan Lintas Selatan Lembata

RADARNTT, Lewoleba – Jalur jalan dari Lewoleba, kota Kabupaten Lembata menuju Desa Watokobu, Kecamatan Nubatukan dan Desa Bolibean, Ile Boli serta Labalimut dan Belabaja (Boto) di Kecamatan Nagawutun hingga Desa Puor A, B, Imulolo, Posiwatu dan Lamalera di Kecamatan Wulandoni, yang dikenal sebagai jalur tengah selatan Lembata, masih memprihatinkan.

Sesuai pantauan awak media, di beberapa titik ruas jalan tersebut terdapat kubangan air, berlumpur dan bebatuan lepas serta kerikil tajam berserakan di sepanjang jalan.

Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan, karena bisa mengalami kecelakaan akibat licin dan berlupur di musim hujan. Bahkan kerusakan kendaraan yang tak terhindarkan karena pecah ban dan kerusakan lainnya.

Terdapat banyak batuan lepas karena kerusakan parah pada badan jalan yang pernah diaspal sebelumnya, tapi kini hanya tinggal batu perkerasan dan kerikil lepas yang berserakan.

Kondisi jalan sepanjang kurang lebih belasan kilometer ini amat memprihatikan dan membutuhkan perhatian pemerintah, untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan, agar memudahkan akses transportasi masyarakat di beberapa kecamatan di bagian selatan dan barat kabupaten Lembata.

Tokoh masyarakat Sujudin Maiyeli di Luki mengharapkan pemerintah segera memperbaiki infrastruktur jalan di bagian selatan Lembata, yang sampai saat ini masih sangat buruk.

“Saya harap pemerintah segera memperbaiki ruas jalan Lewoleba-Nagawutun-Wulandoni, karena ruas jalan ini dari tahun ke tahun semakin rusak parah tapi tidak ada perhatian pemerintah”, ujar Maiyeli di kediamannya, Rabu, (18/4/2018).

Menurutnya sudah hampir sepuluh tahun terakhir tidak ada perhatian pemerintah untuk memperbaiki jalan di bagian selatan kabupaten Lembata.

Sedangkan, kata Maiyeli, kondisi jalan tersebut semakin rusak parah dan mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna.

“Karena selain jalan lintas Lewoleba-Nagawutun-Wulandoni, ada juga jalur tengah yang menghubungkan Lewoleba-Atadei-Wulandoni pun masih dalam kondisi rusak berat”, tegas Sujudin Maiyeli.

Sehingga menurutnya, butuh keseriusan dan perhatian pemerintah untuk membangun sarana jalan ke tempat ini, karena di kecamatan-kecamatan ini ada banyak masyarakat juga potensi hasil bumi yang melimpah. (Yolf/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru