oleh

Di Tunfeu Kemenkes dan Dinkes Himbau, Kurangi Rokok dan Minuman Beralkohol

RADARNTT, Oelamasi – Pada acara sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau yang dikenal dengan singkatan Germas  di desa Tunfeu Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang diberikan materi sosialisasi yang diawali oleh Sugiarto Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yang berintikan;

Pertama, penyakit 30 tahun lalu dengan masa kini berbeda sebab dulu banyak penyakit yang kelihatan seperti kudis, lepra, muntaber dan kolera namun sekarang penyakit menular tersebut mulai menurun (Senin 14/05/2018).

Menurut Sugiarto penyakit tersebut dikarenakan masyarakat tidak bersih diri, Barangkali yang kena penyakit tersebut mandi seminggu sekali atau sebulan sekali, ujarnya.

Selanjutnya disampaikan penyakit penyakit tersebut sudah bergeser dengan penyakit yang muncul dari tubuh kita sendiri sebagai akibat pola hidup yang tidak teratur.

Ia mencontohkan bagi mereka yang bekerja mengandalkan pikiran dan setiap saat duduk secara terus menerus bahkan tidak memperdulikan makan dan minum yang bergizi dengan asupan sayur mayur ditambah makan buah yang cukup. Makanpun harus diatur jangan sampai semua makanan kita karbohidrat dan tidak mengandung vitamin yang diperlukan tubuh, katanya.

Kemudian dijelaskan bahwa tubuh memerlukan serat yang alami karena akan mudah diserap oleh usus untuk memperkuat ketahanan tubuh kita. Sebenarnya penyakit yang muncul dari diri kita merupakan penyakit yang membahayakan, ujarnya. Ia menambahkan, seringkali kita sering mengabaikan rasa pusing padahal hal itu kadang kadang menunjukkan ketidakberesan dalam tubuh kita.

Yang kedua dalam kesempatan tersebut mendorong Pemerintah Daerah kabupaten Kupang agar segera membuat peraturan daerah tentang kawasan bebas rokok dan peraturan daerah tentang pengaturan minuman beralkohol agar masyarakat bisa secara perlahan mampu menyesuaikan hidup secara sehat seperti yang dicanangkan dalam program pemerintahan Jokowi. Kalau Pemda Kupang mampu membuat perda itu saya yakin akan mendapat penghargaan dari Presiden, kata Sugiarto.

Ia juga menegaskan bahwa racun nikotin dalam rokok adan dampaknya bukan sekarang namun masa yang akan datang, seperti 10 atau 15 tahun ke depan tiba tiba paru paru terganggu dan akan sesak nafas.

Utusan kemenkes itu juga menyoroti lima besar penyakit di wilayah tersebut yang masih menjadi ancaman salah satunya ISPA atau gangguan saluran pernafasan. Selain itu dirinya mengajak puskesmas untuk mengadakan perlombaan kebersihan agar dapat memberi contoh masyarakat sekitar.

Dan yang ketiga Sugiarto juga menekankan terkait pentingnya pembuangan kotoran yang layak khususnya untuk kotoran manusia, disarankan agar memiliki jamban yang layak agar terhindar cacing atau amuba yang menempel pada tubuh kita. Intinya kita harus mampu berperilaku hidup sehat agar bisa bekerja dan menghasilkan uang, ujarnya.

Dirinya juga sempat menyentil bahwa BPJS dan Jaminan kesehatan dari pemerintah bukan tujuan namun hanya perlindungan.
Sementara itu dr. Tjokorda Swastika sekretaris Dinkes sempat memaparkan kabupaten Kupang dengan penduduk berjumlah 300 ribu lebih jiwa dan memiliki cakupan wilayah yang luas memang dirasakan sebagai tantangan tersendiri untuk bisa menggaungkan gerakan masyarakat hidup sehat.

Dirinya sempat menyinggung visi program kesehatan Kabupaten Kupang yaitu menjadi salah satu kabupaten unggul tahun 2012 dalam pembangunan ekonomi rakyat di Kawasan Timur Indonesia. Selain itu ia juga meminta masyarakat untuk rajin berolah raga agar tubuh semakin sehat.

Tubuh itu perlu gerak agar terjadi peregangan otot atau relaksasi sehingga kasus seperti nyeri persedirian  baik di RS maupun di puskesmas bisa dikurangi, katanya. Hal yang sama diungkapkan dr Tjokorda bahwa ISPA masih merupakan penyakit unggulan yang diderita warga selain muntaber. Disamping itu ancaman penyakit yang tidak menular juga menjadi ancaman yaitu obesitas, kolestrol tinggi, diabetes, tekanan darah tinggi.

Dirinya juga prihatin pada mereka yang masih berusia muda sekitar usia 35  40 sudah terserang stroke. Untuk itu dalam sosialisasi ia menghimbau agar bapak dan para pemuda untuk mengurangi merokok dan mengurangi konsumsi Laru atau minuman setempat yang mengandung alkohol yang kadarnya sulit dideteksi oleh masyarakat biasa.

Ia sempat menyarankan masyarakat untuk sesering mungkin mengkonsumsi daun kelor karena mengandung zat mineral yang bagus. Saya harap kegiatan sosialisasi ini mencapai sasaran yang tepat dan berguna bagi kita semua, kata dr Tjokorda dihadapan peserta.

Dan tidak lupa ia sempat menitipkan pesan ke semua peserta, Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati
Disela sela acara tersebut pihak panitia sempat mengajak peserta sosialisasi GERMAS untuk bergoyang sejenak mengikuti lagu daerah khas NTT yang bertujuan agar tubuh mereka mengalami relaksasi untuk mengembalikan kebugaran peserta sosialisasi. (Set/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru