oleh

Diduga Panik ! Rosina Menoh Paksa Bendahara Serahkan Dokumen

RADARNTT, Kupang — Geger dana BOS di Sekolah Dasar Inpres Liliba, minggu depan akan bermuara di kepolisian.

Hal tersebut diketahui RADARNTT dari beberapa surat panggilan yang diterbitkan oleh Tipikor Polda NTT kepada pihak pihak yang terkait dengan pengelolaan Dana BOS di sekolah tersebut.

Informasi ini diamini oleh bendahara dana BOS Rinjani Kapiluka saat dikonfirmasi wartawan via seluler, ia mengatakan polisi telah mengirim surat panggilan pemeriksaan terhadap dirinya pada hari Rabu kemarin untuk diperiksa minggu depan (Kamis 26/07/2018). Hal senada juga diungkapkan mantan bendahara lainnya, namun dikatakan jadwal hari pemeriksaannya berlainan.

Heboh atas panggilan dari kepolisian belum usai, kemarin Bendahara BOS Rinjani Kapiluka dan mantan bendahara BOS Aprilia Bartomi kembali mendapat surat panggilan yang dilayangkan oleh Rosina Menoh Kepala Sekolah SDI Liliba.

Kedua surat itu meminta penyerahan semua dokumen kepadanya antara lain, menyerahkan semua administrasi keuangan dana BOS berupa laporan pertanggungjawaban, buku memo, nota/kuitansi termasuk hasil audit laporan BPK 2017 dan kepala sekolah memberi deadline hari ini Tanggal 27 Juli 2018, apabila panggilan hari ini tidak diindahkan maka akan diberikan panggilan yang kedua dan seterusnya.

Menyikapi tuntutan kepala sekolah SD Liliba itu, sikap tegas ditunjukkan baik oleh bendahara BOS maupun mantan bendahara BOS bahwa untuk sementara tidak akan menyerahkan dokumen apapun kepada kepala sekolah, selama masih diperiksa oleh pihak yang berwajib.

Dalam situasi begini saya harus pegang bukti yang asli, jadi mohon maaf berkas berkas itu biar diperiksa polisi dulu baru kita serahkan kepada kepala sekolah, kata Rinjani saat di hubungi via seluler.

Hal senada juga dikatakan Aprilia mantan bendahara BOS, situasi ini harus saling menjaga apalagi sekarang sudah masuk ranah hukum dan kami tidak mau menjadi korban.

Surat panggilan yang dilayangkan kepada kedua bawahannya itu ditanggapi komentar beberapa guru, salah satunya mengatakan, Itu sudah masuk ranah hukum jadi tidak mungkin kedua orang itu mau konyol dengan melepas barang bukti dengan menuruti surat panggilan seperti itu.

Untuk diketahui surat panggilan itu ditembuskan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Manajer dana BOS Kota, Pengawas Pembina gugus XII dan ketua komite sekolah. (TIM REDAKSI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru