oleh

Ditegur Kemenristek Dikti, STIBA CNK Diperiksa Tim EKA Kopertis VIII

 

Pemeriksaan Tim EKA KOPERTIS VIII di STIBA CNK Kupang

RADARNTT, Kupang — Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Kopertis Wilayah VIII hari Kamis (02/08/2018), memeriksa sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Cakrawala Nusantara Kupang (CNK).

Tim ini berjumlah 5 orang yaitu: Prof. Dr. Drs I Nyoman Artayasa, M.Kes, Prof. Dr. Drs. Simon Sabon Ola, M.Hum, Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, MS, A.A. Dewi Widyawati, SE, Made Yully Martiana, SE.

Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, MS yang merupakan Tim Kopertis Wilayah VIII, saat dikonfirmasi radarntt kemarin (02/08/2018) mengatakan, “Pemeriksaan berlangsung lancar karena pihak STIBA CNK bersikap kooperatif. Berdasarkan surat dari Kemenristekdikti Nomor 2927/C.C5/KL/2018 tanggal 21 Juli 2018 yang ditandatangani Dirjen Kelembagaan, dimana STIBA CNK dinyatakan melakukan pelanggaran administrasi berat sesuai aturan Menteri Nomor 100 Tahun 2016 Pasal 28 a, b, c dan g, mulai dari pemberhentian hibah dan bentuk bantuan lainnya bagi perguruan tinggi, penghentian layanan pemerintah terhadap STIBA CNK dan juga dilarang melakukan penerimaan mahasiswa baru, serta menyelenggarakan wisuda.”

“Anehnya lagi kampus ini belum sama sekali melakukan akreditasi sejak mulai beroperasi,” ungkapnya.

Menurut Profesor Ida Bagus Gde Yudha, Ketua STIBA CNK, Dr. Greogorius Sudaryono, M.Hum berkilah bahwa bidang akreditasi sudah dikirim sejak tahun 2008, namun tak kunjung divisitasi.”

Selain itu Tim EKA lainnya yang terkonfirmasi via seluler, Prof. Dr. Simon Sabon Ola, M.Hum turut menyampaikan pandangannya terkait masalah STIBA CNK ini.

“Sejumlah fakta lain berupa perubahan nama Yayasan Penyelenggara, yang semula bernama Yayasan Pendidikan Cakrawala Nusantara Kupang, kini berubah nama menjadi Yayasan Pendidikan Cakrawala Karsa Nusantara. Diduga nama ini menjadi penyebab tidak pernah divisitasi oleh BAN PT sejak 10 tahun belakangan, ungkapnya.

Profesor Simon mengaku telah menjadi anggota Tim EKA Kopertis Wilayah VIII sejak tahun 2016. Tim ini bertugas memeriksa pelanggaran yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi Swasta.

“Pemeriksaan yang kami lakukan pada periode Agustus – September 2018 terhadap perguruan tinggi swasta di NTT ini mencakup: STKIP Nusa Timor di Soe. ABA St. Marry dan STKIP Simbiosis di Ende, STKIP Kalabahi di Kalabahi, dan STIBA CNK di Kupang. jelasnya. (Yo/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru