oleh

Dituduh Beri Data Ke TIPIKOR, Bendahara BOS SDI Liliba Dipecat Kepsek

 

Ket: Pemilik Toko Vinaria Berada Di Jalan Soeharto Sempat Dipanggil Tipikor Polda NTT Terkait Dugaan Skandal BOS SD Inpres Liliba.

RADARNTT, Kupang — Kondisi di Sekolah Dasar Inpres Liliba semakin memanas dan menegangkan, hal tersebut tergambar dari rapat yang terjadi kemarin siang (Jumat, 31/08/2018) yang dihadiri Pengurus Komite Sekolah, Kepala Sekolah dan Dewan Guru, tanpa dihadiri Manajemen BOS Kota Kupang.

Berdasarkan pantauan wartawan radarntt di lokasi, beberapa kali terdengar suara beberapa guru berteriak histeris dari dalam ruangan hingga keluar ruangan memprotes tindakan Kepala Sekolah Rosina Menoh yang dianggap bertindak semaunya karena memecat Bendahara BOS Sekolah SDI Liliba Rinjani Kapiluka tanpa alasan yang jelas dan kabarnya tidak melalui prosedur yang benar.

Menurut kesaksian beberapa guru peserta rapat, kericuhan memuncak saat bendahara BOS marah karena saat dirinya memberi keterangan (klarifikasi) dalam forum rapat hak bicaranya dipotong oleh kepala sekolah secara tiba tiba.

Merasa haknya tidak diberi porsi waktu yang adil, Rinjani memprotes tindakan Rosina Menoh dan aksi protes sang bendahara spontan mendapat dukungan kuat dari para guru dengan yang berteriak histeris mengungkapkan kejengkelan terhadap kepala sekolah dalam hal pengelolaan dana BOS di SDI Liliba.

Disaat bersamaan Roni Lotu Ketua Komite Sekolah SDI Liliba didampingi sekretarisnya dalam rekaman video yang dimiliki radarntt, tampak berupaya menenangkan pihak yang bersitegang dalam forum rapat itu, dan ia sempat meminta guru guru yang yang melakukan aksi protes untuk tidak meninggalkan ruangan.

Diketahui dari sumber yang cukup terpercaya dari internal staf pengajar SDI Liliba yang enggan disebutkan namanya, momen rapat tersebut dimanfaatkan Rosina Menoh untuk melakukan pemecatan terhadap bendahara BOS sekolah dihadapan forum rapat, karena menurutnya sudah tidak dapat diajak bersekongkol dengan pihaknya.

Hal itu dikuatkan pengakuan bendahara BOS kepada media ini, sejak skandal dugaan penyelewengan BOS Liliba geger, dirinya diminta secara berulang untuk mengundurkan diri oleh Kepsek, padahal disaat bersamaan bendahara BOS sedang menjalani pemeriksaan oleh TIPIKOR POLDA NTT selama hampir 2 minggu terkait administrasi pengelolaan dana BOS SD Liliba.

Selain itu Rinjani Kapiluka Bendahara BOS juga mengungkapkan secara berulang ulang, ia diminta kepsek berkali kali untuk menyerahkan data dan sejumlah dokumen yang sedang ditanganinya sebagai seorang bendahara, namun ia tidak serta merta menuruti karena menurutnya kasus dana BOS sedang diusut tipikor dan pihaknya tidak mau dianggap atau dituduh sedang melakukan upaya menghilangkan barang bukti.

Disisi lain sang bendahara juga menjelaskan, “Saya tidak pernah bermaksud menghambat apapun baik dalam pencatatan, pelaporan dan pencairan dana BOS, semua guru tahu itu, hanya ketika polisi (tipikor) meminta dan memeriksa data data yang saya miliki untuk diperiksa apakah tidak boleh, apa saya harus menyembunyikan? Padahal publik seluruh Indonesia tahu bahwa dana BOS SD Inpres Liliba sedang bermasalah.”

Pengakuan lain yang terungkap dari Rinjani Kapiluka, Sehari sebelum rapat yang menghebohkan itu ia diminta kepsek untuk legowo terkait pemecatan dirinya, karena pihak kepala sekolah mengaku kepada dirinya sedang ditekan.

Untuk diketahui berdasarkan informasi yang cukup kuat mulai Hari Senin Tanggal 3 September 2018 Kepala Sekolah SD Inpres Liliba Rosina Menoh akan jalani pemeriksaan perdana di TIPIKOR POLDA NTT. Berdasarkan investigasi media ini beberapa pihak sudah dipanggil tipikor dan jalani pemeriksaan intensif beberapa kali seperti: Yener Plever Noti mantan Bendahara BOS SD Liliba yang kini menjabat Kepala Sekolah Naimata, Aprilia Bardama Tombi mantan Bendahara BOS Liliba SD Liliba, Bendahara BOS SD Liliba Rinjani Kapiluka dan Pemilik Toko Vinaria Yang Beralamat di Jalan Soeharto KOTA KUPANG. (TIM REDAKSI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru