oleh

DPD NasDem Lembata Keluhkan Sikap Panwaslu Bongkar APK Paslon Pilgub NTT

RADARNTT, Kupang – Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata, Agustinus Bataona keluhkan sikap Panwaslu di daerah tersebut yang selalu membongkar alat peraga kampanye (APK) seperti Baliho dan Spanduk pasangan calon (Paslon) Pilkada Gubernur NTT yang dicetak KPU.

“Terkesan tidak ada kesamaan pemahaman antar penyelenggara Panwaslu di daerah-daerah, karena atribut yang kita pasang di titik titik sesuai surat keputusan KPU selalu dibongkar, bahkan atribut yang dipasang di rumah pribadi juga ikut dibongkar”, ujar Bataona kepada awak media, Kamis, (5/4/2018) di Kupang.

Dia meminta agar ada koordinasi dan komunikasi aktif dari Bawaslu NTT kepada Panwaslu di daerah-daerah, khususnya Panwaslu Lembata agar tidak asal main bongkar atribut yang dipasang di titik-titik sesuai ketentuan KPU dan di rumah pribadi pendukung pasangan calon.

“Di Lembata Panwaslu selalu bongkar atribut yang dipasang, hal ini terjadi di hampir semua titik ibu kota kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan”, kata Bataona.

Gusti Bataona, sapaan karipnya, meminta agar ada koordinasi dan kesamaan pemahaman dari Bawaslu dengan Panwaslu di lapangan. “Jika kondisi ini terus terjadi sangat merugikan para kontestan, karena APK tidak difungsikan dengan baik sebagai media sosialisasi pasangan calon kepada masyarakat”, pungkasnya.

Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Bawaslu NTT, Thomas Djawa mengatakan akan mengecek ke petugasnya di lapangan melalui Panwaslu Kabupaten Lembata atas informasi keluhan ini.

“Kami akan cek ke Panwaslu Lembata, tentang laporan ini untuk mecermati kebenarannya dan mengambil langkah tindak lanjut”, ungkap Djawa saat dihubungi via whatsapp. (Yolf/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru