oleh

Gubernur NTT: Program ‘Anggur Merah’ Dilanjutkan, Ini Tanggapan Mereka

RADARNTT, Kupang – Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan bahwa dalam banyak perjumpaannya dengan para kepala desa, banyak kepala desa yang meminta agar program Anggur Merah yang sudah berjalan 10 tahun ini tetap dilanjutkan dan dinaikan jumlahnya dari anggaran 250 juta per desa menjadi 750 juta per desa.

Menurutnya hal ini tergantung kepemimpinan baru yang akan mengambil alih kepemimpinan gubernur NTT dalam pilkada 2018 (Radio Tirilolok Suara Verbum, Selasa, 22/5/2018).

Pernyataan Gubernur NTT Frans Lebu Raya tersebut, langsung ditanggapi oleh Anggota DPRD NTT Wellem B. Kale, SE dari Fraksi NasDem yang mengatakan kepada RadarNTT, yakni pertama, bahwa program anggur merah 50% lebih gagal.

Kedua; program itu sudah gagal untuk apa dilanjutkan toh sekarang sudah ada dana desa, ketiga; pada kenyataannya program anggur merah tidak dipertanggungjawabkan secara baik, keempat ; tujuan dan target ouput tidak jelas, kelima; pendamping tidak kerja tetapi dipakai artinya kalau stakeholder anggur merah bekerja maka dipastikan tidak akan gagal.

Sementara Calon Gubernur NTT nomor urut tiga Benny Kabur Harman (BKH) menegaskan bahwa dirinya hampir disetiap tempat selalu mengatakan akan mempertahankan program tersebut, “Sudah sering di banyak tempat saya tegaskan akan pertahankan dan naikkan dana untuk Anggur Merah”, pungkas BKH.

Pada tempat berbeda, Anggota DPRD NTT Mohammad Ansor dari Fraksi Golkar mengatakan, “program Anggur Merah itu merupakan program dari pak Frans dan Beny maka akan berakhir seiring dengan berakhirnya masa jabatannya pada 16 Juli 2018 karena dalam APBD 2018 sudah tidak dialokasikan lagi dana tersebut”, polos politisi Golkar ini.

Terkait permintaan para kades seperti dikatakan diatas, dirinya akui kalau hal itu tentunya tergantung pada Gubernur baru nanti yg akan disinkronkan degan visi dan misinya.

Menanggapi pernyataan tersebut Ekonom Prof. Dr. Vincent Gaspaersz, mengarahkan perlu adanya evaluasi sesuai sasaran program.

“Evaluasi saja berdasarkan apa sasaran program itu? Lalu cari atau tunjukkan bahwa indikator kinerja program itu memang meningkat setiap tahun. Kita tidak bisa mengemukakan opini bahwa suatu program itu berhisil atau gagal TANPA informasi kinerja yang jelas”, tegas Prof. Dr. Vincent Gaspersz.

Menurutnya kegagalan NTT selama ini karena tidak menggunakan sistem informasi kinerja yang jelas tetapi hanya menggunakan manajemen “omong-omong” saja sehingga orang berdebat kusir tanpa menunjukkan informasi kinerja. (Yolf/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru