oleh

Jangan Pilih Pemimpin Yang Kapasitasnya Sangat Terbatas Memimpin NTT

-News-457 views

RADARNTT, Kupang – Masyarakat NTT jangan terkecoh dengan pencitraan, jangan pilih pemimpin yang sangat terbatas kapasitasnya memimpin NTT, jangan sampai NTT mengalami langkah mundur 5-10 tahun ke belakang.

Demikian tegas Drs. Kristo Blasin kepada awak media, Sabtu, (3/2/2018) di Kupang.

Saat ini sedang terjadi pencitraan calon pemimpin yang dengan cara-cara sangat dangkal dan menjijikan, cenderung mengarah pada pembohongan dan pembodohan publik.

“Pemimpin tidak harus menjadi seperti orang miskin tapi bagaimana memiliki kepedulian terhadap kemiskinan rakyatnya dan berlaku apa adanya di depan publik”, tegas Krito.

Sehingga menurutnya, rakyat NTT mestinya lebih kritis melihat mana yang pencitraan dan mana yang bertindak apa adanya sebagai dirinya.

“Kita harus melihat latar belakang pemimpin secara utuh, bagaimana figur pemimpin itu berubah dan berkembang dalam hidupnya sejak awal hingga saat ini, dan saat ini ia juga tampil apa adanya yang menunjukan dirinya bukan menjadi orang lain”, katanya.

Dia juga menegaskan jangan sebelum menjadi pemimpin sudah menipu rakyat dengan mencitrakan dirinya sebagai orang lain, jika jadi pemimpin akan semakin kabur dari esensi kehadirannya sebagai pemimpin.

Dia berharap masyarakat NTT harus hati-hati dalam memilih pemimpin, agar tidak menyesal lima tahun ke depan. Pilihlah pemimpin yang punya jaringan luas di nasional dan internasional, sudah selesai dengan dirinya sehingga tulus dan jujur mengabdi bagi rakyat.

Baginya, Viktor Laiskodat dan Yosef Nae Soi adalah pemimpin yang tepat saat ini, karena mereka berdua adalah sosok yang memulai jalan hidupnya dari bawah sebagai orang kebayakan dan berkembang sampai saat ini, dan mereka terpanggil nurani untuk kembali membangkitkan semangat saudara-saudarinya yang masih dalam kondisi yang pernah mereka juga alami.

“Mari kita berikan mandat agar mereka bisa membuktikan itu untuk NTT, seseorang hanya bisa berbuat karena diberi peran dan kesempatan. Inilah saat yang tepat kita berubah dan bangkit menuju sejahtera”, pungkasnya. (Yolf/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru