oleh

Jokowi Masih Terbaik Dalam Konteks Kekinian

RADARNTT, Jakarta – Jokowi masih terbaik. Demikian kata Antonius Doni Dihen, Wakil Direktur Program Tim Kampanye Nasional Jokowi – Ma’ruf Amin, dalam suatu obrolan terbatas, membandingkan SBY dan Jokowi.

Dia mengakui, tentu ada hal baik yang diwariskan presiden sebelumnya, Bapak SBY. Tapi melihatnya dalam konteks kekinian, Jokowi tanpa tandingan dalam soal substansi kepemimpinan.

“Pasti banyak prestasi lain. Tapi saya terutama mengapresiasi SBY karena PNPM-nya. Sistem kerja PNPM bagi saya merupakan sistem kerja pemberdayaan terbaik. Sistem yang mampu mengkompensasi kelemahan birokrasi dalam kerja pemberdayaan. Sistem yang SBY tidak ganggu dengan kepentingan politiknya. Masalahnya hanya pada fokusnya yang terlalu infrastruktur. Tapi toh tahapan pada waktu itu memang demikian. Sekarang baru kita boleh dan harus beralih untuk lebih fokus ke pemberdayaan ekonomi,” demikian pengakuan Anton Doni.

Jokowi? “Integritasnya, ” kata Anton. “100 persen bersihnya menyelamatkan republik ini dari budaya korupsi yang luar biasa. Tanpanya, entah akan seperti apa pertumbuhan budaya korupsi di republik ini,” lanjut mantan Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI ini.

“Kecerdasan anggaran, ketegasan, dan disiplin implementasi membuat ‘hatinya untuk rakyat’ kesampaian. Dia memenuhi hampir semua kriteria kepemimpinan Stephen Covey, dan menjadi model kepemimpinan transformatory leadership yang banyak dipromosikan,” lanjutnya.

Sedikit berteori, Anton mrngatakan, “Jika kita melihat Jokowi dengan kaca mata kepemimpinan transformatoris, yang bagi saya merupakan bahasa teoretis dari Injil Yohanes tentang gembala yang baik, maka segera kita bilang, dialah ini contoh orangnya.”

Baginya, Jokowi adalah Cinta yang memproduksi kelimpahan. Karena dengan modal utama Cinta, Jokowi bisa membangun begitu banyak, dari modal APBN yang hampir sama dari waktu ke waktu.

Kelemahan dan kekurangannya? Pasti ada, menurut Anton. “Untuk kita identifikasi dan nyatakan dengan cara cerdas agar tidak dipolitisasi. Tapi tetap harus dinyatakan.”

Dia menutup perbincangan dengan mengatakan, “Jokowi is still the best. Belum ada pengganti atau tandingan. Dari sisi substansi kepemimpinan.

Sebab, kata Anton, “Leadership is primarily about integrity. Not image.” (Tim/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru