oleh

Kemensos RI Akan Salurkan Bantuan Pembangunan Rumah Korban Kebakaran Gurusina

-News, Ngada-938 views
Ket: Kadis Sosial Ngada Vianey Djone Bersama Tim Kemensos Turun Ke Lokasi Kebakaran di Gurusina

RADARNTT, Bajawa — Kebakaran hebat yang melanda Kampung Megalitik Gurusina di Kabupaten Ngada pada Hari Senin 13 Agustus 2018 direspon sangat cepat oleh Kementerian Sosial melalui Ditjen Linjamsos yang dua hari kemudian pasca kebakaran menurunkan tim yang terdiri, dari Direktur PSKBS dan Direktorat Pemberdayaan KAT, yang dipimpin Direktur PSKBS.

Pada kesempatan itu Nurul Farijati Direktur PSKBS menyampaikan rasa prihatin dan peduli yang mendalam, dari Menteri Sosial dan Dirjen Linjamsos atas musibah ini. “Kami ditugaskan oleh pimpinan segera melakukan assesment. Sungguh sangat luar biasa .terjadi kebakaran di Hari Senin Tanggal 13 Agustus pukul 17.40 WITA, kami bersama rombongan hadir Hari Rabu Tanggal 15 Agustus dan langsung melakukan assesmen, dan ini menunjukan bahwa negara hadir,” katanya.

Turut hadir dalam kunjungan itu Willem Foni Kadis Sosial Provinsi, Pieter Manuk Kadis Kebudayaan Provinsi, Marius Jelamu Kadis Pariwisata Provinsi, Maria Albania Idju Asisten III Setda Kabupaten Ngada, Vianey Kadis Sosial Kabupaten Ngada, Kacab BRI Ngada dan para tokoh adat, tokoh agama setempat.

Setelah melakukan kunjungan ke lokasi,dilakukan dialog dengan seluruh korban kebakaran. Harapan mereka agar dibuatkan rumah tinggal sementara. Direktur PSKBS melalui program BBR (bahan bantuan rumah) akan menyalurkan bantuan untuk pembangunan rumah.

Data rumah rusak berat 33 unit dengan nilai bantuannya 25 juta/unit dan rumah rusak sedang 3 unit nilai bantuannya 10 juta/unit . Sehingga nilai bantuan 33 unit rumah x Rp 25 juta = Rp 825.000.000,- dan 3 unit x Rp10 juta = Rp. 30.000.000,- total jumlah bantuan Rp.855.000.000,- BBR tersebut merupakan bantuan untuk mendirikan rumah tinggal sementara yang akan dibangun dibelakang area rumah adat yang terbakar.

Keterlibatan Dinsos Provinsi dan Dinsos Kabupaten menjadi hal yang utama antara lain untuk pendampingan pemanfaatan bantuan agar sesuai dengan ketentuan, kelengkapan administrasi, maupun koordinasi dengan bank penyalur. Bantuan akan disalurkan melalui BRI dengan membuka rekening.

Disampaikan oleh Ketua Suku, untuk membangun rumah adat yg terbakar memerlukan biaya sangat besar dan harus mematuhi aturan adat yaitu menunggu tercapainya keseimbangan antara alam dengan adat, hal ini diperlukan waktu antara 2 sampai 3 tahun.

Mereka saat ini menginginkan dibangun rumah tinggal. Sambil menunggu aturan adat 2 sampai 3 tahun untuk membangun kembali rumah adat yg terbakar. Beberapa situs-situs adat yang habis terbakar yaitu 3 buah Tiang Kayu Ngadu (Tiang adat melambangkan wujud seorang laki laki) dan 3 unit rumah Bhaga (rumah adat minimalis sebagai simbol perempuan) yang berfungsi tempat memberikan sesajian kpd nenek moyang.

Pada kesempatan itu Dinsos Provinsi juga menyampaikan bantuan bingkisan paket untuk anak, lansia dan ibu hamil sebanyak 128 paket dengan nilai Rp. 50 juta.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngada, Vianey Djone mengungkapkan kepada wartawan via seluler, “Kabupaten sejak awal terjadi kebakaran telah membuka dapur umum lapangan, memberi bantuan beras 800 kg, Mie Instan, gula, BBM, pasca kebakaran langsung menurunkan tenda, mobil dapur umum keberadaan dapur umum akan diperpanjang sampai hingga Hari Kamis (23/8/2018).”

“Adapun keterlibatan SDM Kemensos antara lain Tagana berjumlah 14 orang, Pendamping PKH, Pendamping Kube TKSK dan elemen di Dinas Sosial Kabupaten Ngada secara bahu membahu membantu dilapangan,” pungkasnya. (Set/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru