oleh

KOMUNITAS, LOKOMOTIF PENGGERAK EKONOMI KREATIF KUPANG

Walikota Kupang Jefirstson Riwu Kore

RADAR NTT, Kupang — Tempo Institute dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memulai program “Pendampingan Komunitas Kreatif Bekraf – Tempo Institute” atau Kombet Kreatif selama tiga hari di Kupang. Setidaknya ada 40 pelaku ekonomi dan industri kreatif yang terpilih hadir menjadi peserta di Rumah Dinas Walikota Kupang (Selasa, 9/10/2018)

Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini adalah kota kesebelas yang didatangi program Kombet Kreatif. Sepuluh kota yang sudah kami datangi yaitu Padang, Surabaya, Kendari, Karangasem, Maumere, Singkawang, Malang, Bojonegoro, Bandung Barat, dan Belu. Merauke akan menjadi kota terakhir.

Program ini bertujuan mempererat jejaring komunitas kreatif di tingkat kota dan kabupaten. Setiap kota atau kabupaten, memiliki kekayaan potensi ekonomi kreatif yang unik dan khas. Kupang, misalnya, sangat kuat memiliki potensi di bidang fesyen, seni pertunjukan, kuliner, dan kriya. Komunitas kreatif berbagai bidang di Kupang karenanya perlu berkolaborasi dan menjadi pendorong kemajuan ekonomi kreatif. “Kami percaya, komunitas kreatif yang berjejaring kuat akan meningkatkan ekonomi kreatif di daerah dan juga bermanfaat di level nasional,” kata Endah Wahyu, Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf.

Program ini menghadirkan kreator inspiratif, ahli pemasaran, dan pakar branding. Di Kupang, Dinny Jusuf (kreator Toraja Melo) dan Rizky Arief (kreator Nah Project) hadir berbagi semangat dan inspirasi. Pada program ini juga akan diperkenalkan skill storytelling, penceritaan, yang sangat penting untuk membangun nilai tambah produk kreatif. Narasi yang memikat adalah sarana yang ampuh meningkatkan nilai tambah sebuah produk kreatif. “Kisah yang kuat bisa membangun ikatan antara produk dan konsumen, yang membuat sebuah produk berbeda dengan produk lain yang serupa. Narasi yang bagus sangat dibutuhkan,” kata Mardiyah Chamim, Direktur Eksekutif Tempo Institute.

Lebih dari sekadar pertemuan komunitas, rangkaian lawatan ini adalah sebuah upaya pendampingan komunitas untuk berkolaborasi dengan lebih baik. Karenanya, jaringan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) menjadi mitra strategis untuk mewujudkan kolaborasi antarkomunitas dalam jangka panjang.

Lawatan Kombet Kreatif di Kupang juga didukung oleh Pemerintah Kota Kupang. Koordinator Lawatan 12 Kota – Kombet Kreatif Tatty Apriliyana menjelaskan, program ini adalah pemantik kolaborasi komunitas kreatif lokal supaya berjejaring lebih kuat. “Selanjutnya, kami berharap komunitas kreatif di Kupang benar-benar tumbuh solid dan berjejaring kuat.”

Sepanjang 2017, Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor ekonomi kreatif tercatat mencapai Rp 852 triliun. Angka ini diyakini terus meningkat di tahun-tahun mendatang, sebuah perkembangan yang harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan menarasikan dan memasarkan produk bagi pelaku ekonomi kreatif. KONTAK Relasi Media: Fadhli 082113330136. (Siaran Pers/SES/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru