oleh

Kunjungi Umbu Ratunggay Barat, MATA Dititipi Masalah Listrik, Air dan Jalan

RADARNTT, Waibakul – Paket calon Bupati/Wakil Bupati Sumba Tengah, dr. Umbu M Marisi dan Drs. Tagela Ibisola (MATA) melakukan kampanye di kampung Manggewar, kecamatan Umbu Ratunggay Barat.

Setibanya di lokasi, Jumat, (25/5/2018) siang, Paket MATA disambut secara adat dengan sapaan adat dan pemberian kain tanda dibukanya jalan dan kampung bagi paket MATA.

Hadir sekitar 600 orang simpatisan dan pendukung paket MATA dari 3 Desa; Sambaliloku, Holur Kambata dan Wanggaweyengu. Massa memadati tenda yang sudah disediakan dan antusias mendengarkan materi kampanye.

Sapaan keluarga yang disampaikan tokoh masyarakat Nardus Paonga Oli, menyampaikan bahwa keluarga Manggewar sangat rindu untuk bertemu Paket MATA.

“Keluarga ingin menitipkan harapan dan kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi sampai sekarang, yaitu Listrik, Air dan Jalan”, ungķap Paonga Oli.

Sehingga mampu meningkatkan apa yang sudah menjadi usaha dan kerja Masyarakat.

Dalam orasi politiknya Umbu M Marisi menyampaikan niat menjadi bupati karena ingin bekerja dan mengabdikan hidupnya agar bermanfaat bagi keluarga dan seluruh masyarakat Sumba Tengah.

Dia tidak lagi mencari jabatan dan uang. “Saya sudah menjadi Direktur Operasional di BUMN dan saya sudah mengurus seluruh masyarakat Indonesia”, tegas Marisi.

Sehingga baginya jabatan bupati adalah murni untuk pelayan dan pengabdian bagi masyarakat, demi mengangkat harkat dan martabat masyarakat Sumba Tengah.

Dia berjanji akan memperhatikan dan memprioritaskan masalah pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dasar bagi masyarakat desa.

Infrastruktur baginya sangat penting, untuk itu dia akan memprioritaskan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan desa dan kecamatan. Jalan yang baik akan menjadi nadi penggerak roda perekonomian masyarakat, dengan mudah dan murahnya akses transportasi ke kampung-kampung.

Sedangkan calon Wakil Bupati Tagela Ibisola menyampaikan bahwa dia tahu persis apa yang dibutuhkan masyarakat Manggewar dan seluruh masyarakat Sumba Tengah.

Ia menyampaikan bahwa dari 65 Desa yang ada di Sumba Tengah yang telah dikunjunginya belum mendapatkan pelayanan yang maksimal sesuai tujuan dari pemekaran Sumba Tengah.

“Masyarakat masih banyak yang menderita karena minimnya perhatian pemerintah”, tegasnya.

Seharusnya 10 tahun ini masyarakat harus lebih berubah hidupnya dan meningkat kualitas sumber daya manusia.

“Tapi justru banyak sekolah yang kekurangan guru dan banyaknya siswa putus sekolah dan jadi pengangguran. Harusnya ini menjadi perhatian serius pemerintah”,  tandasnya. (Igo/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru