oleh

Modus Oknum Dosen Politani Kupang Lakukan Pungli

RADARNTT, Kupang – Tindakan yang dilakukan oleh salah satu dosen luar biasa di lingkungan Politeknik Pertanian Negeri Kupang, membuat puluhan mahasiswa kecewa dan marah. Hal itu terungkap saat Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Politani Kupang yang bernama Andi Laga menceritakan secara detail hal yang memalukan ini kepada wartawan radarntt Jumat, (11/05/2018).

Ia menjelaskan, bahwa modus pungli oknum dosen luar biasa terjadi dalam praktek jual beli modul kepada mahasiswa di kampusnya. Ketika mendengar keluhan dari  mahasiswa Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK) bahwa ada dosen yang  memperjualbelikan modul sejak tahun 2016/2018 maka dirinya sebagai ketua MPM Politani Negeri Kupang dan teman-teman mahasiswa berinisiatif melaporkan persoalan ini kepada Direktur Politeknik Pertaniaan Negeri Kupang untuk segera menyikapi dan secepatnya melakukan pertemuan dengan pihak jurusan dan mahasiswa.

Sementara itu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politani Kupang, Alfonsus Wolla mengatakan, perilaku yang tidak terpuji dilakukan salah satu dosen luar biasa Politani Negeri Kupang sangat Merugikan mahasiswa.

Ia melanjutkan bahwa dosen berinisial YKW telah melakukan pungli terhadap mahasiswa dengan memperjualbelikan modul dengan seharga Rp. 50.000 per modul sejak Tahun 2016 hingga 2018.

Selain itu Alfonsus juga mengatakan bahwa mahasiswa diwajibkan untuk membeli modul tersebut, kalau ada mahasiswa tidak membeli modul maka mahasiswa yang bersangkutan diancam nilai mata kuliah bisa diturunkan atau  tidak mendapatkan nilai sama sekali .

Ia sempat menambahkan bahwa pihak BEM dan MPM sudah menghadap Direktur Politani Negeri Kupang untuk segera memanggil oknum tersebut agar diselesaikan secara bersama-sama, supaya jangan ada lagi dosen yang membuat tindakan sewenang-wenang terhadap mahasiswa, baru kali ini kejadian sejak politani dipishakan dari Kampus Undana.

Untuk diketahui Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Ir. Blasius Gharu, M.Si yang ditemui RadarNTT di ruangan kerjanya menegaskan, “Saya telah menginstruksi kepada seluruh jurusan untuk melakukan pertemuan terkait dengan adanya temuan bahwa ada dosen luar biasa yang mewajibkan kepada mahasiswa untuk membeli modul, tentu kita melakukan panggilan kepada dosen bermasalah untuk mempertanggungjawabkan”.

“Belum ada sanksi yang kita berikan kepada dosen, namun kita melakukan teguran agar jangan terulang lagi”, sambungnya. Tidak ada lagi kewajiban kepada mahasiswa untuk membeli modul secara paksa, dosen hanya diwajibkan untuk membuat bahan ajaran dan mengajar, kata Blasius seraya menutup pembicaraan . (Rob/Set/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru