oleh

Nasabah AJB Bajawa Mengeluh

-News, Ngada-736 views

Alexander Dewa Salah Seorang Nasabah AJB Bajawa Yang Mengeluh

RADARNTT, Bajawa — Nasabah AJB mengeluh sistem kerja pengurus cabang Bajawa. Diduga pengurus menyalahgunakan aturan yang sudah ditetapkan. Hal itu dialami salah seorang nasabah yang tinggal di Desa Were II, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, NTT  (Selasa, 02/10/2018).

Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera dikeluhkan nasabah pasalnya, Klaim atas Berakhirnya Kontrak nasabah dari 01/Juli/2018, namun hingga kini tidak jelas informasi dari pengurus AJB cabang Bajawa.

Berdasarkan prosedur pengajuan Klaim Asuransi Jiwa merupakan tuntutan dari Pemegang Polis/penerima pengalihan hak kepada Penanggung atas pembayaran Jumlah Uang Pertanggungan (UP) atau Saldo Tunai sebagai akibat dari pemenuhan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian asuransi.

Alexander Dewa, salah satu nasabah mengatakan, gaji saya di potong Rp. 100.000 perbulan. Sudah 18 tahun dan masa kontrak saya habis dari Tanggal 01 Juli 2018.

Sesuai kententuan awal bahwa klaim atas berakhirnya kontrak sebagai nasabah akan menerima uang dari AJB dengan jangka waktu paling lama 1 minggu sesudah berakhirnya kontrak. Namun hingga kini belum ada informasi yang jelas dari pengurus AJB Cabang Bajawa mengenai hak yang akan kami terima.

Harapan saya bahwa pengurus AJB Bajawa segera memberikan informasi yang jelas kepada saya sebagai nasabah habis kontrak karena untuk saat ini kami membutuhkan dana tersebut untuk keperluan anak kami, harapnya. (FX/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru