oleh

OPSI NTT Berharap Jangan Jajah PSK Dengan Stigma

Ket: OPSI, IRGSC Dan Elemen Masyarakat Lainnya Gelar Malam Renungan Kemerdekaan RI di Lokalisasi Karang Dempel Kota Kupang

 

RADARNTT, Kupang — OPSI NTT,  IRGS serta sejumlah organisasi menggelar malam renungan jelang HUT RI pada hari Kamis (16/08/2018) bertempat dilokalisasi Karang Dempel yang berada di Kecamatan Alak.

Kegiatan ini diisi dengan seremonial dan sejumlah aksi baik puisi dan monolog yang dibawakan oleh Akademisi Undana, Abdy Keraf dan Aktivis Perempuan yang biasa disapa Grace.

Saat diwawancara via seluler, Adelia Ketua OPSI NTT menyampaikan beberapa hal terkait kegiatan malam renungan, setelah 73 tahun kemerdekaan Indonesia ternyata masih banyak kelompok yang kemerdekaannya terjajah seperti PSK (Pekerja Seks Komerisal). PSK terjajah oleh stigma  pelabelan dan norma tanpa bisa melihat latar belakang dan kemanusiaan.

Hal ini begitu berat dihadapi perempuan-perempuan PSK, hinaan dari masyarakat bahkan dari negara yang justru seharusnya memberikan perlindungan serta hak-hak sebagai warga negara justru terabaikan.

PSK bukan hanya perempuan pekerja seks tapi mereka juga ibu yang sudah melahirkan penerus-penerus bangsa yang terus berjuang untuk anak – anaknya untuk sekolah dan mejadi sukses dikemudian hari.

“Kami mau stigma buruk masyarakat pada PSK tidak boleh memenjarakan mereka, karena sesungguhnya PSK butuh kemerdekaan, butuh perhatian negara untuk membantu kami memberikan kehidupan kami yang layak untuk terangkat dari kemiskinan, kemelaratan dan juga dari stigma buruk masyarakat, karena kami juga warga negara Indonesia yang hidup di tanah air Indonesia untuk masa depan putra dan putri bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Divisi Hukum OPSI Herry Battileo yang hadir dalam acara malam renungan itu turut menegaskan,
“PSK tidak boleh takut tentang ancaman pemerintah kota yang berwacana menutup tempat lokalisasi di Kecamatan Alak ini, kita akan berjuang bersama memerjuangkan hak-hak PSK di Kota Kupang.”

“Bila perlu secara hukum akan kami tempuh, karena seorang PSK masih dianggap lebih baik dari para koruptor di negara ini,” ungkap Herry. (Yo/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru