oleh

Pemprov NTT dan Australia Jalin Kerja Sama Ekonomi dan Pendidikan

 

Ket: Peter Simonjoki Sekretaris II Kedubes Australia menemui Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi Untuk Membahas Kerjasama Ekonomi Dan Pendidikan di Gedung Sasando.

RADARNTT, Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menerima kunjungan pemerintah Australia yang diwakili oleh sekretaris dua bidang ekonomi kedutaan besar Australia, Peter Simonjoki di Ruang Rapat Gubernur NTT Gedung Sasando (Rabu, 12/9/2018).

Peter Simonjoki diterima langsung oleh wakil gubernur (wagub) NTT, Josef A. Nae Soi dalam rangka silahturahmi dan diskusi terkait kondisi perekonomian NTT saat ini.

Pada pertemuan itu Josef Nae Soi mengatakan, Australia dan Indonesia khususnya NTT memiliki hubungan sejarah yang panjang.  NTT dan Australia adalah saudara, imbuhnya.

Lebih Lanjut dikatakan, “Australia dan Indonesia punya sejarah yang luar biasa.”

Josef pun menegaskan, kalau dirinya bersama Gubernur Viktor Laiskodat merasa sangat terhormat karena hari pertama masuk kantor langsung mendapat kunjungan orang penting dari Kedubes Australia.

Sebelum dilantik jadi gubernur dan wakil gubernur NTT, lanjut Josef, keduanya juga telah lebih dahulu bertemu Wakil Duta Besar (Dubes) Australia pada bulan oktober 2017 yang lalu.

“Kami berharap dengan letak geografis yang sangat dekat antara NTT dan Australia, komunikasi antara dua wilayah ini akan semakin baik ke depannya. Terutama dalam membangun kerjasama yang bersifat simbiosis mutualisme,” kata Josef

Apalagi selama ini NTT menjadi tempat penampungan para imigran gelap yang akan ke Australia.

“Menurut Wakil Dubes Australia, kalau tidak ditahan di NTT, para imigran ini dapat mendatangkan masalah bagi Australia,” terang Josef.

Orang nomor dua di NTT ini mengatakan, dengan mengusung visi besar membawa masyarakat NTT keluar dari lembah kemiskinan, arah perdagangan NTT selama lima tahun ke depan adalah menuju arah selatan dan bukan lagi ke barat terutama dengan Australia dan Timor Leste.

“Kami juga ingin menjalin kerjasama khusus dengan Australia di bidang perdagangan dan pendidikan. Selama lima tahun ke depan, kami berencana mengirim 10 ribu pemuda/i untuk mengikuti pendidikan atau pelatihan vokasi di luar negeri khususnya di Australia. Dalam bidang peternakan, Australia sangat luar biasa, kami berharap Australia membolehkan anak-anak muda kami belajar keterampilan beternak disana,” katanya lagi.

Pada kesempatan itu Josef Nae Soi juga menegaskan komitmen pemerintah ingin mengirim orang-orang NTT belajar teknologi produksi garam di Australia dan harapan adanya penerbangan lansung dari Darwin ke Kupang.

Menanggapi arahan Wagub NTT tersebut, Peter Simonjoki mengungkapkan, Pemerintah Australia merasa senang dengan orientasi perdagangan NTT ke arah selatan.

“Cerita tentang James Cook yang pernah singgah di NTT itu benar adanya. Kami memiliki kewajiban untuk membantu NTT sebagai tetangga terdekat. Kunjungan wakil dubes dan saya memperlihatkan keseriusan Pemerintah Australia untuk bekerja sama dengan NTT, ” Jelas Peter

Pria turunan Finlandia tersebut pun mengaku terkesan dengan kunjungan pertamanya ke NTT. Terutama potensi pantai yang indah, makanan khas, keramahan masyarakat, budaya dan tenunan kas NTT.

“Ada banyak hal yang dapat dikerjasamakan. Kami fokus pada dukungan kemitraan. Kami juga welcome dengan pelatihan vokasi, karena hal ini menjadi salah satu bagian kesepakatan perdagangan bebas Indonesia dan Australia. Untuk produksi garam, kami akan membantu teknologi,” ungkap Peter Simonjoki.

Sumber : Siaran Pers Biro Humas NTT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru