oleh

Pengelolaan Dana BOS SD GMIT Kolhua Diduga Penuh Rekayasa

 

Ket: SD GMIT Kolhua Tampak Dari Depan Jalan

RADARNTT, Kupang — Tim investigasi media ini kembali menemukan fakta yang cukup mengejutkan dalam pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah atau yang lebih dikenal dengan sebutan dana BOS di salah satu SD Swasta di Kota Kupang.

Penelusuran berawal dari pengakuan seorang guru kepada wartawan sebut saja Boy karena yang bersangkutan meminta nama aslinya tidak dipublikasikan (Senin, 17/09/2018).

Dikatakannya pengelolaan Dana Bos Di SD GMIT Kolhua tersebut banyak keganjilan, diantaranya tidak ada Surat Pertanggungjawaban atau SPJ dari Tahun 2014, 2015 dan 2016 namun dana BOS tetap bisa dicairkan, diduga pula penggunaan dana BOS sekolah banyak yang fiktif berlangsung bertahun tahun tanpa sepengetahuan dewan guru dan komite sekolah, lebih anehnya sang kepala sekolah justru menyembunyikan RKAS dari tim BOS sekolah.

Laporan dari sumber internal ini mengarah pada tindakan Kepala Sekolah SD GMIT Kolhua Welmince Paut yang bertahun tahun diduga menggunakan dana BOS sesuai seleranya tanpa kompromi, tanpa rencana yang seyogyanya duduk bersama dengan dewan guru dan komite sekolah.

Kesaksian Boy dikuatkan pula oleh hononer lainnya, yang menyebutkan kepala sekolah secara berani dan terang terangan mencantumkan item pekerjaan fiktif seperti perbaikan WC sekolah.

Ket: Welmince Paut  Kepala Sekolah SD GMIT Kolhua Kota Kupang

Untuk diketahui WC umum yang dimiliki Sekolah SD GMIT Kolhua  semua tidak berfungsi padahal kepala sekolah telah menganggarkan dan menyiapkan dana perbaikan namun semua itu hanya sekedar catatan.

Sekolah swasta yang memiliki jumlah siswa 152 orang ini, memang sering luput dari pengamatan media karena sekolah ini terletak dipinggiran Kota Kupang tepatnya di Kelurahan Kolhua. Tahun 2015 Bulan Maret Kepala Sekolah SD GMIT Kolhua Welmince Paut ini pernah mendapat sorotan salah media cetak di Kota Kupang karena yang bersangkutan menghilang setelah mencairkan dana BOS sehingga gaji enam guru honor tidak terbayarkan saat itu.

Rupanya saat ini tindakan ganjil dari sang kepala sekolah belumlah surut, sejumlah tanda tanya besar pengelolaan dana BOS kurun waktu 2014 hingga 2016 menyisakan pertanyaan karena dalam penggunaan dana BOS  tanpa dibuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ).

Dari data audiovisual yang dimiliki radarntt menunjukkan ada upaya sang kepala sekolah pada saat ini memaksa bendahara BOS lama Anneke Namo untuk merekayasa pelaporan fiktif pengelolaan dana BOS kurun waktu 2015 2016 yang semestinya pembuatan laporan dilakukan pada saat itu. (TIM/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru