oleh

PMKRI Kupang Akan Gelar Demo Akbar Bila Pemilu Dilaksanakan Pada Hari Raya Umat Kristiani

Ket: Engelbertus Tobin Boli Ketua PMKRI Cabang Kupang

RADARNTT, Kupang — Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang, akan melakukan demonstrasi besar-besar kalau pelaksanaan pemilu tetap dilaksanakan, bertepatan dengan hari raya keagamaan umat Kristiani.

Ketua Presidium PMKRI Kupang Engelbertus Tobin Boli menjelaskan, Bangsa Indonesia dengan beragam suku bangsa, agama dan budaya yang dikenal sebagai bangsa pluralistik.

PMKRI menilai dengan adanya penetapan jadwal pemilihan umum secara serentak yang bertepatan dengan hari raya keagamaan pada Tanggal 17 April 2019, maka PMKRI berpandangan ada bentuk ketidakadilan pada hari ini di dalam berdemokrasi kita, sehingga PMKRI cabang Kupang dengan tegas menolak pelaksanaan pemungutan suara dengan tawaran atau solusi alternatif apapun dari pihak KPU dan Pemerintah. PMKRI menginginkan perayaan keagamaan bagi umat Kristiani tidak ada kegiatan lain yang mengganggu aktifitas umat Kristiani.

PMKRI mendesak DPRD untuk segera memanggil KPUD dan Pemerintah Provinsi NTT untuk menyurati KPU pusat dan pemerintah pusat dalam proses Pemilu untuk wilayah NTT, karena NTT sebagai provinsi yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, demokrasi dan pluralisme yang ada selama ini.

Kemudian, bahwa umat Kristiani merupakan bagian dari Bangsa Indonesia, maka negara harus menghargai, menjamin serta menciptakan ketenangan lahir dan batin dalam merayakan Pekan Suci bagi umat Kristiani dengan demikian mencerminkan Indonesia sebagai sebuah negara yang moderen dan religius yang tetap menjunjung tinggi bangsa pluralisme (Jumat, 31/8/2018).

Lebih lanjutnya, PMKRI menilai sebagai bagian dari representasi masyarakat NTT baik secara individu maupun secara kelembagaan mendesak untuk segera menunda jadwal pelaksanaan pemungutan suara yang bertepatan dengan hari raya pekan suci bagi umat Kristiani.

PMKRI berdalil, diperlakukan tidak adil atau terdiskriminasikan kebijakan umat untuk melaksanakan kewajiban agama dan menghalangi hak warga negara untuk menggunakan hak pilih.

Menurut Tobin, hari raya pekan suci bagi (Paskah) merupakan peristiwa yang penting bagi umat kristiani di seluruh penjuru dunia. Pada sepanjang minggu itu umat kristiani memasuki pekan suci (holy week) dan bersuka cita menyambut perayaan Tri Hari Suci. PMKRI menilai dapat mengganggu proses perayaan Tri Hari Suci bagi umat Kristiani, yang menyebabkan Pemilihan Umum tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan aman. (RO/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru