oleh

Polda Bali Dan Pecalang Gelar Apel Deklarasi

-News-343 views

RADARNTT, Denpasar – Polda Bali menggelar apel deklarasi pecalang dan Bhabinkamtibmas se-Provinsi Bali pada, Rabu (23/5/2018) di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. Apel tersebut dalam rangka Pilkada damai yang akan digelar dalam waktu dekat di Bali.

Apel dan deklarasi bersama ini tidak lain untuk melindungi Bali, tidak hanya informasi hoax tapi menjaga dari isu-isu rentan toleransi. “Saya bersyukur kejadian di tempat lain tidak ada implikasinya di Bali, tidak ada jumlah turis yang turun, masyarakat tetap beraktifitas biasa. Biarkan kami bersama-sama stakeholder lain bekerja dibantu rakyat sehingga bisa wujudkan Bali damai penuh toleransi,” ujar Kapolda Bali, Irjen Pol. Petrus Golose.

Berbeda dengan apel sebelumnya, apel kali ini memberikan warna baru. Pasalnya, Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose dan Wakapolda Brigjen Pol. Wayan Sunartha, pejabat utama dan seluruh Kapolres/Kapolresta mengenakan sabut serta udeng poleng.

Menariknya, diakhir acara Kapolda Bali mengajak seluruh peserta dan undangan untuk menari Bali Gemilang. Hal ini mendapat antusiasme seluruh peserta apel.

Dalam apel tersebut, Kapolda Bali Irjen Petrus Golose menjelaskan bahwa apel deklarasi ini untuk memberikan pemahan kepada masyarakat dan Polda Bali sebagai liding sektor dalam pengamanan Pilkada. Tujuan dari kegiatan ini bagaimana masyarakat Bali, terutama Polda Bali sebagai leading sector dalam Pilkada yang aman dan damai.

Ia menjelaskan, menyadari bahwa dalam mengamankan Pilkada tersebut, Polda Bali tidak bisa bekerja sendiri demi mencapai Pilkada Bali aman dan bisa dilaksanakan dengan baik. “Sampai dengan saat ini tidak ada hal-hal menonjol. Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali yang mengikuti proses-proses Pilkada dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, melihat situasi dan kondisi di daerah lain dengan sejumlah pristiwa yang sungguh memprihatinkan sehingga perlu disikapi secara serius. Menyikapi situasi dan kondisi saat ini, banyak kejadian di tempat lain sehingga merasa perlu untuk menyiagakan masyarakat bersama-sama dengan petugas keamanan dan ketertiban. Dari kepolisian didukung seluruh stakeholder seperti TNI, unsur pemda dan intelijen, menyadari Bali rentan terjadi gangguan kamtibmas

“saya selaku Kapolda Bali menyadari tidak bisa sendiri sehingga perlu dukungan rakyat. Paling jelas di Bali adalah pecalang. Pecalang ini ada tiap desa pakraman, sesuai undang-undang mereka juga pengaman swakarsa, kalau bahasa kepolisian community polisi. Tempat lain baru menggerekan tapi di Bali sudah ada, terstruktur dan di bawah MUDP. Ini merupakan kemampuan dan keniscayaan luar biasa dimiliki Bali,” ujarnya.(Rio/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru