oleh

Polisi Harus Usut Oknum Yang ‘Bermain’  Tenaga Honor K2 di Kabupaten Kupang

-Kupang, News-1.419 views

 

Tome Da Costa Anggota DPRD Kabupaten Kupang Dari Fraksi Gerindra

RADARNTT, Oelamasi — Polemik yang terjadi di Kabupaten Kupang terkait dengan pengangkatan K2 atau tenaga honor yang diduga melibatkan Anggota Dewan DPRD Kabupaten Kupang.

Salah satu anggota Fraksi Gerindra, Tome da Costa mengatakan kepada media radarntt saat diwawancarai (Senin, 17/09/2018),

“Seharusnya yang lulus K2 itu tenaga honor yang telah mengabdi tahun 2005. Namun mengapa muncul nama-nama honor yang diangkat jadi CPNS diatas tahun 2005. Tenaga honor diatas tahun 2005
dan siapa yang memasukan nama -nama mereka ini yang harus diusut oleh aparat kepolisian Polres kabupaten Kupang, Sehingga, tidak terjadi saling tuding antara Legislatif dan Eksekutif. Siapapun yang ada didalamnya, aparat kepolisian segera menindak.”

”Kalau sudah ada 3 atau 4 alat bukti, Polres Kupang segera untuk menahan oknum-oknum yang bermain. Tidak boleh mengenal, entah itu anggota DPRD, Kepala Dinas ataupun siapapun dia untuk segera ditahan, ” ujarnya.

Saat memasukan syarat administrasi ke BKN (Badan Kepagawaian Nasional) hanya beberapa orang saja yang dinyatakan lulus. Tidak semuanya lulus seleksi CPNSD. Kelulusan saat itu tidak mencapai 10 orang. Untuk itu, pimpinan DPRD bersama komisi A DPRD Kabupaten Kupang bersama BKD langsung berkomunikasi dengan BKN pusat di Jakarta.

“Jika ada polemik yang mengatakan bahwa DPRD terlibat, itu tidak benar . Sebab menurutnya, keterlibatan DPRD melakukan lobi agar dari beberapa orang yang lulus K2 ditambah lagi. Dari hasil lobi DPRD tersebut menambah kuota CPNS di kabupaten Kupang yang mencapai 500 orang lebih, ” tegas Tome.(AA/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru