oleh

Proyek Pembangunan Irigasi di Noekele ‘Asal Tempel’ Dan Dikerjakan Diam Diam

-Kupang, News-1.151 views

 

Ket: Pembangunan Saluran Irigasi Noekele Dikerjakan Diam Diam dan Asal Asalan

RADARNTT, Oelamasi — Pembangunan irigasi yang bersebelahan dengan areal persawahan Dusun Noekele Kelurahan Tuatuka menyisakan tanda tanda bagi sejumlah masyarakat sekitarnya.

Pelaksanaan pembangunan yang dilakukan secara diam diam menimbulkan kegeraman bagi pihak Kelurahan setempat. Hal tersebut diungkapkan salah staf Lurah yang berinisial CS yang menemui radarntt dilokasi pembangunan irigasi tersebut (Selasa, 14/8/2018).

Pantauan radarntt dilokasi, CS mencecar pertanyaan secara tubi tubi kepada pekerja proyek dengan nada geram. Saya dulu juga pernah jadi panitia proyek namun bukan begini, kerja tidak karuan dan sepertinya diam diam sebab pihak kontraktor tidak memberitahukan aktivitas kerjanya di wilayah kami.

Lebih lanjut staf lurah itu meminta media untuk melihat secara langsung pasangan batu yang tersusun di tembok saluran yang sementara dibangun dan terlihat jelas pasangan batu terkesan asal nempel karena lebar tembok tidak memiliki kesamaan.

Kalau bangunan ini dipaksakan seperti ini saya yakin tidak bertahan lama, ini pasti spesifikasi tidak seperti ini, lebih disayangkan lagi proyek ini tidak ada papan nama, ujar CS.

Sementara itu tukang yang mengaku bernama Arnoldus Rato bersama rekannya yang bernama Finit saat diwawancarai mengatakan, Saya hanya bekerja sebagai sub dan kontraktor sebenarnya saya tidak tahu, yang pasti saya bekerja karena diperintah seorang panitia yang bernama Ande Tine.

Selanjutnya mereka menjelaskan, hanya diminta mengerjakan proyek itu sepanjang 200 meter dengan tinggi tembok saluran irigasi 1,3 Meter, lebar tembok 30 centimeter dan cor lantai dasar tebal 30 centimeter. Sungguh pak kami benar benar tidak tahu siapa sebenarnya pemilik proyek ini, kata Arnoldus dengan nada memelas.

Di waktu dan tempat yang sama Lurah Tuatuka kepada radarntt mengakui, bahwa pihak kontraktor tidak pernah lapor terkait kegiatan pelaksanaan pembangunan irigasi wilayah kerjanya.

“Saya justru tahu dari ketua LPM, coba lapor supaya kita tahu pengerjaan akan seperti apa, kalau kerja diam diam begini yang kasihan masyarakat juga karena pengawasan tidak ada,” kata Lurah Tuatuka.

Kemudian ia menyambung, Dikuatirkan kontraktor bekerja tidak sesuai petunjuk, apalagi papan nama tidak ada.

Sementara itu esok harinya saat dikonfirmasi ke Kepala ULP Frans Taloen dan dikatakan, “Ade coba cek di PU atau hubungi Pak Umbu coba ditanyakan kesana saja. Karena di ULP hanya sebagai portal pelelangan dan setelah lelang selesai, tim pokja kembali ke dinas masing masing jadi kami sulit untuk mengecek.” (TIM REDAKSI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru