oleh

PT. Tirta Wahana Kupang Dinilai Diskriminasi

 

Ket: Dialog PT Tirta Wahana, Dinas Nakertrans Kota Dan Komisi IV DPRD Kota Kupang

RADARNTT, Kupang — PT Tirta Wahana Kupang dilaporkan oleh 9 pegawainya ke Dinas Nakertrans Kota Kupang dan juga Komisi IV DPRD Kota Kupang pada Kamis (16/08/2018). Saat ditemui di ruang Komisi IV DPRD Kota Kupang, salah satu karyawan bernama Ridwan mengatakan kepada media radarntt.

“Gaji kami 9 Orang karyawan ini, sering dibayar terlambat lebih dari satu minggu mulai dari bulan Januari hingga Juni 2018 oleh perusahaan dibandingkan karyawan lain dan gaji kami 9 orang ini pada bulan Juli 2018 belum dibayar sama sekali oleh perusahaan.

“Jelas kami kecewa dan memohon bantuan dari pemerintah terkait dan DPRD membantu kami, karena kami butuh makan dan pemenuhan kebutuhan hidup lainnya,” kata Ridwan.

“Kami telah melapor ke nakertrans terkait hal ini sekaligus untuk membantu kami menyelesaikan masalah, karena menurut General Manager Kristel Yapola saat kami menemuinya bulan lalu, beliau jelas menerangkan pada kami bahwa belum ada uang dari perusahaan untuk membayar. Padahal gaji karyawan lain sudah dibayar dan ini jelas – jelas sebuah diskriminasi buat kami 9 orang ini,” ujarnya.

Pegawai Naketrans Kota Kupang, A.D. Boy Pello yang mendampingi para pelapor karyawan PT Tirta Wahana saat diruang Komisi IV DPRD Kota Kupang, mengatakan beberapa hal,
“Kita sama – sama bersama bapa / ibu sekalian untuk mengadu kepada bagian pengawasan. Kami dengan senang hati mau membantu melaporkan mengurusi masalah ini hingga tuntas.

“Kami pernah memanggil pihak PT. Tiirta pada bulan Mei kemarin, sehubungan dengan laporan pertama bulan Mei kemarin namun yang hadir ialah bagian HRD Perusahan,” ungkapnya.

Sementara itu ditengah kesibukan kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kota Kupang, pengaduan 9 karyawan diatas diakomodir Ketua Komisi IV, Livingston Ratu Kadja.

“Hari senin kami siap memfasilitasi terkait hal ini supaya bisa bertemu dengan pihak – pihak terkait karena berkeinginan memmbantu bapa /ibu sekalian yang tidak mendapatkan haknya dari perusahaan tersebut,” pungkasnya. (Yo/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru