oleh

Ratusan Umat Keuskupan Atambua Tuntut Anggota DPRD Malaka Segera Kembalikan Tanah Paroki Fransiskus Xaverius Bolan

RADARNTT, Atambua – Ratusan massa membludak di halaman depan Kantor Pengadilan Negeri Atambua, umat utusan dari berbagai paroki Keuskupan Atambua itu datang untuk melakukan aksi damai, pada hari ini, Selasa (6/2/2018).

Aksi hari ini terkait sidang kasus tanah gereja St. Fransiskus Xaverius, Fahiluka (Bolan), Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Mereka menuntut agar tanah Paroki yang telah diambil oleh salah seorang anggota DPRD Malaka itu, segera dikembalikan kepada pihak gereja keuskupan Atambua.

Di bawah panas matahari, beberapa Orang Muda Katolik dengan gagah perkasa terus berorasi bergantian. Selain itu, umat juga mendaraskan doa dan lagu-lagu gereja.

Hadir di sana, Kapolres AKBP Christian Tobing. Beliau dengan hormat meminta segenap umat beriman supaya tidak anarkis.

“Saya berharap agar aksi ini dilakukan dengan damai, sebagaiamana orang beriman” kata Christian.

Dari sekian banyak umat, ada Dewan Pimpinan Wilayah Malaka dari Organisasi Nasional (Katolik), Vox Populi Institute (Vox Point – Indonesia), ketika dijumpai awak media, Wakil Ketua DPW Malaka, Edmundus Yohanes Nahak, mengatakan, bahwa kehadiran mereka adalah bagian dari rasa peduli dan memiliki gereja Katolik.

“Kami datang di sini sebagai bagian dari peran aktif kami sebagai umat katolik yang memang merasa memiliki gereja dan peduli terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh gereja. Sekaligus, ini sebagai bagian dari tujuan organisasi Vox Point, yang salah satunya adalah menyuarakan dan mewujudkan kebenaran dan keadilan”, ujar pria berjenggot tebal.

Ditambahkan Heribertus Seran, Bendahara Vox Point Malaka, mengharapkan agar proses sidang dapat berjalan lancar secara jujur dan adil.

“Kita berharap bersama, agar dalam sidang ini semuanya dapat berjalan dengan baik tanpa ada manipulasi data dan sejenisnya. Semoga apa yang diputuskan oleh hakim nanti, benar-benar sesuai kesaksian dan bukti data yang kuat secara hukum”, tutur Heri.

Untuk diketahui, gugatan ini mulai disidangkan sejak, Selasa (31/10/2017) di Pengadilan Negeri Atambua. Tiga pastor penggugat antara lain, Rm. Hirominus Masu, Pr, Rm. Paulus Nahak, Pr, dan Rm. Yosef Meak, Pr. serta Gregorius Boko dan Karlus Seran. (Baurae/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru