oleh

Robby Ndun Kabid Dikdas Merangkap Manajer BOS Kota Kupang Beri Klarifikasi

Ket: Robby Ndun Kepala Bidang Pendidikan Dasar Merangkap Manajer BOS Kota Kupang

RADARNTT, Kupang — Pemberitaan dugaan skandal penyelewengan dana bos di SD Inpres Liliba yang beberapa kali sempat menyebut nama Robby Ndun, akhirnya mendapat tanggapan.

Kepada radarntt melalui whatsapp Manajer Dana BOS Kota sekaligus merangkap Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Robby Ndun mengirim beberapa poin penting untuk mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya yang dilansir media ini (Selasa, 25/09/2018).

Adapun bunyi tanggapan yang disampaikan sebagai berikut:

“Polemik pengelolaan dana BOS di SDI Liliba yang dilansir media online Radar beberapa hari terakhir ini, memang sementara dilidik Tipikor Polda NTT.

Namun pada kesempatan ini, saya selaku manajer/koordinator pelaksana Tim BOS Kota tidak pernah mengintervensi dan apalagi terlibat di dalam pengelolaan dana BOS di sekolah. Ada Juknis BOS yang mengatur tentang tugas dan tanggungjawab Tim Manajemen BOS Kota tentu berbeda dengan tugas dan tanggungjawab Tim Manajemen BOS sekolah.

Terkait dengan pengelolaan dana BOS di SDI Liliba menjadi tanggungjawab mutlak tim manajemen BOS SDI Liliba, dalam hal ini Kepsek, Bendahara dan pengurus Komite Sekolah. Hal ini dibuktikan dengan pengesahan RABS/RKAS dan laporan dana BOS yg disampaikan ke Dinas P dan K Kota Kupang dan laporan secara online ke Kemendikbud di Jakarta setiap triwulan harus di tanda-tangani oleh mereka dan di cap secara resmi.

Selain itu, ada Surat Pernyataan Pertanggungjawaban mutlak (SPM) yg ditanda-tangani diatas materai enam ribu yang menyatakan bahwa BOS yang diterima telah digunakan sesuai ketentuan peruntukkan dana BOS. Itu artinya, Tim Manajemen BOS sekolah bertanggungjawab secara formal dan material atas penggunaan dana BOS yg diterima.

Tim Manajemen BOS sekolah dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya juga bersedia untuk diaudit oleh lembaga yang memiliki kewenangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa pengelolaan dana BOS menjadi tanggungjawab Tim BOS Sekolah yang diatur dalam Juknis BOS (Permendikbud No. 8 tahun 2017 yang direvisi ke Permendikbud no. 26 tahun 2017 dan Permendikbud no. 1 tahun 2018).

Terkait pemanggilan beberapa guru SDI Liliba dalam rangka pembinaan karena memang mereka membuat suasana di sekolah tidak kondusif dengan melakukan demo dan melibatkan semua siswa. Akibat demo pada hari itu, aktivitas belajar mengajar tidak berjalan dan tentunya merugikan siswa dan mencoreng dunia pendidikan (Video demo terlampir). Pembinaan terhadap beberapa guru terkait dengan demo dan juga pembinaan terhadap kepsek SDI Liliba ditangani oleh Pak Jekson Obeng, selaku Kabid PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan).

Oleh karena itu, tidak ada diskriminasi, semuanya diperlakukan sama, “salah ya salah, benar ya benar” sesuai dengan aturan yang berlaku. Pembinaan dilakukan bagi para guru sedapat mungkin tidak mengganggu KBM di sekolah.

Kecemasan para guru sangat berlebihan dan apalagi tidak menghormati panggilan Dinas. Sebagai bawahan semestinya mentaati dan memenuhi panggilan dinas untuk mempercepat penyelesaian bukan mempolemikan.

Demikian klarifikasi ini dibuat untuk memberikan informasi yang berimbang demi menjaga suasana kondusif di SDI Liliba. Sekian dan terima kasih. Tuhan Yesus berkati.”

Dalam klarifikasi yang disampaikan ke redaksi radarntt Robby Ndun sempat melampirkan video insiden kejadian mogok mengajar yang terjadi di SDInpres Liliba beberapa waktu yang lalu. (TIM REDAKSI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru