oleh

Saatnya NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai NKRI

-News-583 views

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berada di gerbang selatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Berbatasan langsung dengan negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dan Australia. Provinsi kepulauan yang terdiri atas seribuan pulau, 21 Kabupaten dan 1 Kota, dengan jumlah penduduk sekitar 4,9 juta jiwa. Menurut data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), provinsi NTT juga berada pada peringkat kedua penduduk terbanyak di Indonesia bagian Timur.

Posisi yang amat strategis dari sisi letak geopolitik, namun NTT selalu berada dalam kondisi ketertinggalan dan keterpurukan yang cukup parah dibanding daerah lain di tanah air. Rilis berbagai lembaga terpercaya mengatakan, NTT sebagai daerah termiskin ketiga, terkorup keempat, NTT juga meraih posisi ketiga terbawah dalam hal kinerja pemerintah provinsi se-Indonesia yang dirilis pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) baru-baru ini.

Berbagai kondisi dan stigma negatif yang selalu disematkan pada provinsi ini, turut menggugah nurani dua putra terbaiknya yang sedang berkiprah di pentas politik nasional untuk langsung berkemas dan bergegas turun gunung mengikuti kontestasi pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023.

Viktor Bungtilu Laiskodat dan Yosef Adreanus Nae Soi, bertekad berjuang bersama rakyat NTT dengan mengusung visi NTT BANGKIT MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA”. Menurut Vicky dan Ose, sapaan akrab meraka, kini tiba saatnya masyarakat NTT harus sadar dan bangkit dari segala ketertinggalan untuk meraih kesejahteraan.

BANGKIT, mengandung makna filosofis dan historis yang mendalam dan membekas. Ketika bangsa Indonesia berjuang melawan penindasan dan penjajahan Belanda, para pendahulu kita sepakat untuk bersatu dan ‘bangkit’ melawan penjajah untuk meraih kemerdekaan bagi Indonesia.

BANGKIT adalah suatu ajakan kolektif yang sekaligus diharapkan akan menggugah semangat seluruh komponen masyarakat NTT untuk memanfaatkan semua potensi yang dimiliki dengan semangat restorasi serta bekerja keras mengejar ketertinggalan NTT dalam berbagai dimensi pembangunan.

BANGKIT melambangkan suatu tekad yang bulat untuk keluar dari suatu masa keterpurukan, masa dimana tidak melakukan sesuatu yang berarti, serta masa ‘tidur panjang’, untuk berjuang melawan berbagai masalah dan ketertinggalan yakni kemiskinan, ketertinggalan dalam kualitas pendidikan, ketertinggalan dalam jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan dasar, ketertinggalan dalam pengadaan berbagai infrastruktur dasar serta ketertinggalan dalam pemanfaatan teknologi produksi dan informasi.

SEJAHTERA mengandung makna pengamalan dan pengejewantahan dari sila ke-5 Pancasila yakni Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 yaitu “Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia”. Pembangunan yang dilandaskan pada prinsip mengupayakan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Setelah Indonesia merdeka selama 72 tahun, NTT masih merupakan salah satu provinsi termiskin di Indonesia.

Data BPS menunjukkan bahwa pada Maret 2017 tingkat kemiskinan di NTT mencapai 21,85%, atau masih terdapat lebih dari 1,15 juta penduduk miskin di NTT. Selain itu, hampir separuh penduduk perdesaan tidak mendapat layanan air bersih, lebih dari 40% pemukiman penduduk tidak memiliki listrik, dan 35% rumah penduduk masuk kategori tidak layak huni.  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTT pada tahun 2016 baru mencapai 63,13 masih jauh di bawa rata-rata nasional yang sudah mencapai 70,18.

SEJAHTERA merupakan suatu kondisi masyarakat yang terpenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, perumahan, air bersih, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan fisik maupun non fisik, lingkungan hidup dan sumber daya alam, berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik, mempunyai akses terhadap informasi serta hiburan, terciptanya hubungan antar rakyat NTT yang dinamis, saling menghargai, bantu membantu, saling pengertian dan menghargai, serta tersedia prasarana dan sarana publik terkait dengan supra dan infrastruktur pelayanan publik, transportasi dan teknologi yang mencukupi, nyaman dan terpelihara dengan baik.

Pemenuhan kebutuhan dasar rakyat bersifat dinamis, dari waktu ke waktu akan mengalami perubahan sesuai dengan aspirasi dan tuntutan yang berkembang di masyarakat. Untuk itu prasarana dan sarana, supra dan infrastruktur dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat baik secara fisik maupun non-fisik serta kebutuhan ekonomi, sosial dan politik harus secara terus menerus mengikuti dinamika perubahan, serta dibuka ruang yang seluas-luasnya untuk mencapai kemajuan dan perkembangan bagi kehidupan yang lebih baik secara berkesinambungan.

Menurut Viktor dan Josef, rancangan pembangunan NTT ke depan harus bersifat inklusif (Inclusive Development), melibatkan dan bermanfaat bagi semua komponen pemangku kepentingan serta menghindari adanya praktik oligarki ekonomi yang cenderung memperlebar jurang perbedaan kesejahteraan ekonomi antar kelompok pendapatan.

Perwujudan visi pembangunan ditempuh melalui misi untuk memberikan arah dan batasan proses pencapaian tujuan, maka tujuan pembangunan yang tertuang dalam visi, dijabarkan secara lebih konkrit ke dalam lima pernyataan Misi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi NTT 2018-2023 sebagai berikut:

  1. Mewujudkan NTT BANGKIT MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA berlandaskan pendekatan pembangunan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan (inclusive and sustainable development). Misi pertama ini sekaligus merupakan kerangka acuan bagi empat misi lainnya yaitu melakukan kegiatan pembangunan menuju pada peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT dengan prinsip inclusive yakni melibatkan semua stake holders dan dengan pendekatan berkelanjutan yang merujuk kepada empat pilar pembangunan berkelanjutan yaitu keberlanjutan dalam aspek ekonomi, aspek sosial, aspek lingkungan, dan aspek kelembagaan.
  2. Meningkatkan Pembangunan Pariwisata dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat. Membangun NTT sebagai salah satu gerbang dan pusat pariwisata nasional (New Tourism Teritory). NTT memiliki kekayaan sumberdaya sektor pariwisata yang berlimpah. Karena itu misi ini diarahkan pada upaya optimalisasi pemanfaatannya dalam rangka untuk mengembangkan sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan sebagai penggerak utama (prime mover) ekonomi NTT. Letak geografisnya yang strategis memungkinkan NTT menjadi salah satu gerbang dan pusat pengembangan pariwisata nasional.
  3. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas Infrastruktur di NTT. Misi ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur untuk mendukung berbagai aktivitas pelayanan publik dan kelancaran berbagai aktivitas perekonomian serta membuka aksesibiltas dan keterisolasian daerah-daerah perbatasan, pinggiran dan terisolir.
  4. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Misi ini diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang cerdas, terampil dan berdaya saing agar mampu berpartisipasi dalam proses dan percepatan pembangunan di berbagai bidang
  5. Mewujudkan reformasi birokrasi pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Misi ini diarahkan untuk mewujudkan reformasi birokrasi melalui penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, jujur, transparan dan akuntabel. Untuk itu dibutuhkan sumber daya aparatur yang profesional, kelembagaan yang tepat fungsi, sistem kerja yang jelas dan terukur, kebijakan penganggaran yang efisien, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mencapai pelayanan prima serta mampu merumuskan berbagai kebijakan berbasis penelitian (research-based policy).

Tujuan dan Sasaran pada hakekatnya merupakan arahan bagi pelaksanaan setiap urusan pemerintahan daerah dalam mendukung pelaksanaan misi, untuk mewujudkan visi pembangunan Provinsi NTT selama kurun waktu 2013-2018. Tujuan dan sasaran pada masing-masing misi diuraikan sebagai berikut :

  1. Mewujudkan NTT BANGKIT MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA berlandaskan pendekatan pembangunan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan (inclusive and sustainable development).Tujuan :

    Membangkitkan semangat dan daya juang serta memberikan haluan pada empat misi yang lain dalam mengimplementasikan program-program pembangunan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan dalam rangka menuju masyarakat NTT yang sejahtra.

    Sasaran :

    • Meningkatnya semangat partisipasi dan kesejahteraan masyarakat NTT melalui proses pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan;
    • Meningkatnya produksi dan produktivitas pertanian tanaman pangan;
    • Meningkatnya produksi dan produktivitas peternakan;
    • Meningkatnya produksi dan produktivitas perikanan;
    • Meningkatnya produksi dan produktivitas dan kualitas industri pengolahan;
    • Meningkatnya produksi dan produktivitas indutri kerajinan.


  1. Meningkatkan Pembangunan Pariwisata dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat. Membangun NTT sebagai salah satu gerbang dan pusat pariwisata nasional (New Tourism Teritory) serta menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak dan lokomotif ekonomi NTT.Tujuan :
    • Memanfaatkan posisi geo-ekonomi NTT (NTT-Timor Leste-Australia-New Zealand) dan NTT sebagai salah satu kawasan strategis nasional;
    • Mengoptimalkan perbatasan/pos lintas batas nasional (PLBN) untuk tujuan pariwisata dan perdagangan (PLBN Matoain, Kabupaten Belu; PLBN Napan, Kabupaten TTU; PLBN Oepoli, Kabupaten Kupang; dan PLBN Maritaing, Kabupaten Alor)
    • Memanfaatkan potensi sumberdaya pariwisata alam, budaya dan minat khusus dengan tetap berpegang pada prinsip pembangunan inklusif dan berkelanjutan;
    • Memanfaatkan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi NTT
    • Mengadakan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas berbagai infrastruktur fisik dan non-fisik penunjang sektor pariwisata;
    • Peningkatan kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia penunjang industri pariwisata;
    • Meningkatkan peran dan kapasitas berbagai pemangku kepentingan dalam sektor pariwisata.

    Sasaran:

    • Terbangunnya keterkaitan dan meningkatnya produksi sektor-sektor ekonomi dalam lingkup rantai nilai sektor pariwisata;
    • Terciptanya tambahan peluang usaha baru yang terkait dalam sistem rantai nilai pariwisata;
    • Meningkatnya penghasilan dari berbagai pemangku kepentingan dalam sektor pariwisata;
    • Meningkatnya jumlah dan kualitas infrastruktur dan pelayanan jasa penunjang kegiatan pariwisata;
    • Terdapatnya jumlah sekolah kejuaruan dan pusat-pusat pelatihan ketrampilan terkait industri pariwisata;
    • Meningkatnya jumlah dan ketrampilan SDM yang terlibat dalam berbagai industri jasa penunjang pariwisata;
    • Tambahnya jumlah obyek wisata/daerah tujuan wisata yang dapat diakses dengan mudah dan ekonomis;
    • Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.
  2. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas Infrastruktur untuk mendukung pembangunan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan di NTT.
    Tujuan:

    • Meningkatkan kuantitas daya dukung infrastruktur dan pelayanan transportasi darat, laut dan udara;
    • Mengadakan dan meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi darat, laut dan udara terutama untuk aksesibilitas ke/dari daerah-daerah perbatasan, pinggiran dan terisolir;
    • Meningkatkan kualitas dan kapasitas infrastruktur komunikasi;
    • Mengadakan tenaga listrik untuk mendukung sektor industri pengolahan berbasis bahan baku lokal.

    Sasaran:

    • Meningkatnya aksesibilitas dan mobilitas masyarakat serta pemerintah;
    • Meningkatnya ketersediaan dan kondisi moda serta keselamatan transportasi;
    • Terbukanya aksesibilitas dari/ke daerah-daerah pinggiran, perbatasan dan terisolir;
    • Meningkatnya layanan bagi masyarakat pengguna sarana teknologi komunikasi dan informasi;
    • Tersedianya tenaga listrik untuk kebutuhan industri pengolahan berbasis bahan baku local

     

  3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
    Tujuan:

    • Meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan dan kepastian dalam penyelenggaraan pendidikan;
    • Mengoptimalisasi lembaga-lembaga pelatihan dan sekolah kejuruan;
    • Meningkatkan budaya baca masyarakat;
    • Meningkatkan keterampilan penduduk usia kerja.

    Sasaran:

    • Meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan dan kepastian dalam penyelenggaraan pendidikan;
    • Meningkatnya kesempatan masyarakat mengenyam pendidikan;
    • Meningkatnya kualitas pendidikan;
    • Meningkatkan budaya baca masyarakat;
    • Meningkatnya jumlah tenaga kerja berketrampilan dalam berbagai bidang pekerjaan terutama dalam bidang pertanian, perikanan, industri pengolahan dan industri pariwisata.
  4. Mewujudkan reformasi birokrasi pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.Tujuan:
    • Menciptakan penyelenggara pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel, kompeten, profesional, berdedikasi tinggi dan berorientasi pada pelayanan public yang prima;
    • Peningkatan kualitas pelayanan perijinan satu pintu (one-stop service) untuk mendorong peningkatan investasi daerah;
    • Pengadaan data dan informasi strategis terkait berbagai potensi dan permasalahan pembangunan di NTT.
    • Meningkatkan peran masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan;
    • Meningkatkan kesesuaian program pembangunan dengan kebutuhan dan permasalahan yang dialami masyarakat.
    • Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat;
    • Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

    Sasaran:

    • Meningkatnya profesionalisme dan kompetensi aparatur sipil negara;
    • Terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme;
    • Tersedianya data dan informasi yang handal dan terpercaya untuk keperluan perencanaan dan pengambilan keputusan yang tepat;
    • Terlaksananya pemetaan wilayah komoditas di NTT;
    • Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan;
    • Berkurangnya kesenjangan pembangunan antar wilayah;
    • Meningkatnya kualitas pelaksanaan pembangunan;
    • Meningkatnya kualitas Keluarga Berencana;

     

Demikian pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef A. Nae Soi menetapkan visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan NTT yang harus dicapai dalam kurun waktu lima tahun memimpin NTT.

Pasangan calon yang memilih sandi Victory Joss, dengan nomor urut 4 (empat) ini, sangat mengharapkan dukungan mayoritas masyarakat NTT untuk bersama-sama mewujudkan ‘NTT Bangkit dan Sejahtera’ dengan cara datang ke TPS pada tanggal 27 Juni 2018 dan coblos nomor urut 4 (empat).

 

(Sumber : Tim Victory Joss)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru