oleh

SDI Oeba 2 Kota Kupang Butuh Perhatian Pemkot

Kepala Sekolah SDN Oeba 2 Sophia Lekipera, S.Pd

RADARNTT, Kupang — Sekolah Dasar Inpres Oeba 2 Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) berdiri sejak tahun 1966 dan telah mencetak banyak alumnus.

Saat diwawancarai radarntt, Kepala Sekolah SDI Oeba 2 Kupang, Sophia Lekipera, S.Pd (Jumat, 15/09/2018) mengatakan pihaknya telah berusaha untuk melakukan pengembangan untuk minta gedung bertingkat lantai 2 dan permintaan ini telah disampaikan semenjak kepala sekolah ke IV Jibrael Heke, dan Kepala Sekolah Mesakh Taulasik namun, namun walikota massa itu tidak terima usulan tersebut tanpa alasan yang jelas, sehingga tahun 2012 dana cair, hanya untuk rehab 3 gedung saja.

“Bisa dilihat tembok ini sudah lama dan isinya itu mengandung pasir laut dulu, kalau kita pukul pasti pasirnya jatuh,” tuturnya dengan nada kecewa.

Lebih lanjut diceritakannya, bahwa pada tanggal 7 Januari 2018, saat kegiatan dari Presiden ditemani kemenristekdikti dan diminta bertemu di Hotel Pelangi untuk mendapat arahan pak Menteri. “Setelah kami berjabat tangan pak Menteri sempat menanyakan kondisi sekolah dan jumlah siswa dan rombongan belajar dan beliau menyampaikan untuk saya segera mengajukan kebutuhan sekolah,” ungkap Sophia.

Kondisi sekolah SDI Oeba ini memiliki ruang belajar 7 rombongan belajar 13 jumlah siswa 310 dengan lahan terbatas oleh karena itu dirinya sangat berharap dan meminta untuk diperhatikan oleh pemerintah kota Kupang supaya SDI Oeba  2 mendapatkan gedung bertingkat.

“Kondisi air bersih juga kami sulit mendapatkan karena seminggu cuman dua kali kami dapat dan dengan krisis seperti ini lewat rapat bersama komite dan dewan guru, bersepakat untuk menggali sumur untuk menunjang kami dengan air bersih lalu pagar sekolah pun demikian, karena sekolah kami ini letaknya sangat berdekatan dengan lokasi Pertamina sehingga arus lalu lintas kendaraan sangatlah padat, kondisi ini juga sudah diketahui oleh DPRD Kota Kupang waktu kunker ke sekolah kami, namun mereka justru bilang sekolah ini dijadikan museum saja,” sambungnya.

Sophia mengakui kalau hal Ini bukan mencari perhatian semata namun, karena kondisi dan demi anak bangsa. oleh karena itu ia melakukan koordinasi guna meminta petunjuk dengan pihak dinas pendidikan kota Kupang dan juga sudah direspon, dan pihaknya sudah membuat proposal untuk Kementrian dengan meminta surat pengantar dari pak walikota Kupang namun saat ini pak walikota belum bisa dijumpai,” kami juga sudah berkonsultasi dengan pak wakil walikota dan beliau juga sudah mengarahkan kami untuk bertemu bapa walikota agar bisa diakomodir sampai ke pak Menteri,” pungkasnya. (YO/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru