oleh

Sering Dihantui Komodo, Julie Laiskodat Beri Bantuan Pembangunan Pagar SD Kerora

 

Matheus Siagian saat menyerahkan bantuan berasal dari istri Gubernur NTT terpilih ke SD Inpres Kerora Di Pulau Rinca

RADARNTT, Labuan Bajo — Istri dari Gubernur NTT terpilih Viktor Laiskodat, Julie Laiskodat menyalurkan bantuan material untuk pembangun pagar keliling SDI Kerora di Pulau Rinca, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Bantuan tersebut disalurkan atas permintaan warga dusun kerora saat Julie mengunjungi Kerora beberapa waktu lalu, karena proses kegiatan belajar mengajar sering terganggu akibat ancaman binatang komodo yang hidup di sekitar lokasi SD tersebut.

Bantuan untuk pembangunan 400 meter pagar keliling sekolah SDI Kerora tersebut diantar langsung oleh rekan Julie Laiskodat di Labuan Bajo, Matheus Siagian.

Matheus Siagian kepada wartawan saat menyerahkan bantuan mengatakan bantuan tersebut berasal dari istri Gubernur NTT terpilih, saat mengunjungi Dusun Kerora beberapa waktu lalu.

“Bantuan ini diperoleh dari Ibu Julie Laiskodat atas permintaan masyarakat Kerora sendiri, karena tidak nyaman dengan binatang komodo yang sering muncul di areal sekolah”, ujar Matheus usai menyerahkan bantuan tersebut di Halaman SD Kerora (Jumat, 31/08/2018).

Bantuan berupa sebanyak 200 sak semen, 15 batang pipa, 10 ikat kawat jenis bronjong tersebut mendapat respon dari masyarakat setempat.

Menurut Matheus, bantuan disalurkan itu untuk pembangunan pagar seluas 400 meter keliling sekolah SD Kerora.

Matheus berharap bantuan yang diberikan oleh Julie Laiskodat tersebut bermaanfaat bagi warga Kerora. Mengingat SDI Kerora berada dalam kawasan TNK, dimana para wisatawan mengenal Labuan Bajo karena binatang langkah komodo.

“Kita berharap agar ada penderma lainnya sepeeri ibu Julie Laiakodat untuk meningkatkan SDM masyarakat di kawasan TNK. Apalagi SDI Kerora berada dalam kawasan TNK,” harap Matheus.

Seorang guru SDI Kerora Siti Sharinandi mengaku senang dengan bantuan yang diberikan Julie Laiskodat. Ia mengaku selama belasan tahun aktivitas sekolah sering terganggu dengan ancaman binatang komodo yang berada di sekitar SDI Kerora.

“Alhamdulilah ya, Kami guru dan siswa merasa lega, sudah ada penderma yang membantu pembangunan pagar Sekolah. Kami merasa terbebas dari ancaman komodo saat proses belajar mengajar berlangsung,” ujar Siti.

“Mudah-mudahan ada penderma lain juga ikut membantu untuk melancarkan proses belajar mengajar SDI Kerora,” ujar guru agama tersebut.

Untuk diketahui, sebelumnya Matheus Siagian sendiri juga telah membantu renovasi tiga ruang ruang kelas sekolah dasar Kerora. (MH/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru