oleh

Testimony Ir. Kudji Pellokila Herewila, MS.i Melawan Fitnah & Ujaran Kebencian

-News-1.387 views
Ket: Kudji Pellokila Herewila Cs Kembali Lakukan Jumpa Pers Pasca Dicabutnya Gugatan Alexander Frans

RADAR NTT, Kupang — Setelah beberapa kali sidang ditunda terkait gugatan ingkar janji oleh Alex Frans terhadap mantan kliennya, akhirnya pengacara Kota Kupang itu mencabut gugatannya di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kota Kupang pada tanggal 8 Agustus 2018.

Hal itu oleh Kudji P. Herewilla disikapi segera dengan menggelar jumpa pers pada hari Kamis kemarin.

Adapun isi release yang dibagikan kepada wartawan sebagai berikut:

Kupang, 9 Agustus 2018. Menyikapi issue dan rumor yang berkembang akibat sejumlah tindakan dan pernyataan Alexander Frans yang telah ditulis di media sosial dan dilontarkan pada sejumlah media massa telah menciptakan opini yang berbau fitnah kepada keluarga kami Kudji Pellokila Herewila Cs.

Pada kesempatan ini kami menyampaikan kejadian yang sesungguhnya atas ketidakbenaran fakta yang telah dikatakan Alexander Frans (AF) beberapa waktu yang lalu :

Dalam Pemberitaan di Victory News Tertanggal 03 Juli 2018 Berjudul: Tipu Pengacara Dosen Undana Digugat.
Berita diatas menurut pemahaman kami Keluarga Besar Kudji Pellokila Herewila Cs, semua itu adalah fitnah dan tuduhan yang sangat tidak berdasar, karena kejadian yang diceritakan sdr Alexander Frans (AF) kepada media VN bersifat tendensius dan berbanding terbalik dari kebenaran serta realita yang sesungguhnya. Berikut Petikan Peristiwa Yang Sebenarnya Kami Alami:

Sekitar awal Februari 2014 saya menelpon AF, bisa dampingi dan pegang kasus saya terkait sengketa pembagian tanah di Tarus, lalu AF jawab bisa, kemudian saya bertanya lagi menyangkut kewajiban saya apa apa saja, dan dijawab nanti saja Ina, namun saya katakan tidak bisa nanti, dan tolong sebutkan nominalnya, lalu di jawab AF Ina kasih saya 30 Juta, kemudian saya jawab oke dan keesokan hari saya diantar anak saya Jimmy Pellokila dan pamannya yang bernama Moses Ridho agar ikut menyaksikan dalam memberikan uang jasa kepada AF sebagai penasihat hukum kala itu.

Saya katakan, Jujur saya juga salah karena saat menyerahkan uang 30 Juta tidak meminta kuitansi karena perasaan, begitu pula dengan AF saat menerima uang dari saya tidak juga memberikan kuitansi tetapi langsung memasukkan uang ke dalam bajunya, dan saat itu pula saya sempat menegur yang bersangkutan untuk menghitung uang, namun dijawab AF dengan kata sudah.

Satu minggu kemudian AF membuat surat kuasa dari saya, Hagha Rame Herewila dan Bani Yuliana Herewila, dan Surat kuasa yang diberikan AF untuk ditandatangani kami bertiga, untuk diketahui saya hanya menandatangani surat itu saja, hanya tandatangan satu surat saja.

Hanya tandatangan satu surat dan sampai detik ini tidak ada surat lain bahkan tidak mendapat salinan surat dari AF beserta partnernya yang ditandatangani mereka berdua sebagai pengacara. Silakan semua pihak menilai sendiri, saya yang memberi kuasa tetapi saya tidak mendapat salinan kuasa surat ini, untung saja waktu itu saya suruh anak saya fotocopy maka sekarang saya bisa pegang surat kuasa ini.

Hanya satu surat itu saja dari AF selama ini kita pernah bekerjasama.

Menyangkut uang operasional saya kasih terus diluar 30 juta yang saya berikan saat AF meminta, operasional saya biaya terus sampai Mahkamah Agung, saat di pengadilan tinggi AF tidak bekerja padahal sudah diberi operasional karena tergugatnya kala itu tidak memasukkan memori banding.

Pada tanggal 4 Juni 2018 AF memberi surat yang berisi tuntutan pembayaran dan menyebut sebagai wanprestasi karena AF beralasan honornya belum dibayar disertai ancaman kalau tidak bayar pihaknya akan digugat, namun saya tidak peduli karena saya tidak pernah berjanji baik dalam bentuk lisan maupun tertulis akhirnya AF memposting ungkapan ungkapan di Facebook semua.

Memang sejak surat kuasa itu dicabut ia tidak berkomunikasi dengan mantan lawyer itu dengan alasan AF sindir sindir melalui facebook, kalau merasa gentle mestinya ia bicara langsung kepada saya, dia sindir sindir saya sudah lama tetapi saya tetap tenang, jadi kalau sejak dulu kita ketahui ia menuntut perjanjian seperti itu, tentu saya bilang titik karena itu sama dengan bunuh diri karena hal itu tidak wajar, sebelum dia buat apa apa saya sudah bayar lunas,

Berikutnya adalah tanggapan atas statemen AF yang pernah dimuat Media Online Metro Buana Tertanggal 02/07/2018 (www.metrobuana.com) dan Media Online Timor Raya Tertanggal 02/07/2018 (www.timorraya.co) yang menyebut, adanya kesepakatan tentang dana operasional untuk kantor ALF Law Officer 25 juta, honorarium kantor ALF pada PN Oelmasi, Pengadilan Tinggi Kupang dan MA sebesar 100 Juta serta success fee 10% dari nilai obyek sengketa 18.000 M2 diperkirakan sebesar 300 Juta adalah TIDAK BENAR DAN MENGADA ADA. Petikan peristiwa tentang kesepakatan lisan yang benar dan sesuai realita yang sesungguhnya seperti yang telah ditulis di point 1 (pertama).

Statemen AF yang pernah didengung-dengungkan terkait ada aturan success fee lawyer itu diatur dalam UU Advokat sebesar 10% nilai obyek sengketa HAL INI ADALAH KEBOHONGAN. Silakan publik menilai.

Menyangkut Statemen akun Yanto Ekon II di Medsos (Facebook) berbunyi, ”BANYAK BEGITU, AWALNYA MANIS BICARA TAPI SETELAH MENANG. LUPA SEMUA APA YANG PERNAH DIBICARAKAN DAN DIJANJIKAN! MEREKA PIKIR SUSUN GUGATAN, JAWAB MENJAWAB, PERSIAPKAN BUKTI DAN STRATEGI UNTUK MENANG SAMA DENGAN MEMBALIK TELAPAK TANGAN, SEHINGGA ENAK SEKALI MENANG BARU BUAT BEGITU.
Menanggapi akun Yanto Ekon II, KUDJI HEREWILA MENEGASKAN : SAYA TIDAK SAMA YANG DIKOMENTARI EKON, SEBALIKNYA JANGAN GAMPANG KOMENT KALAU TIDAK TAHU MASALAH. MALAHAN AF MINTA UANG UNTUK URUSAN BANDING 1,5 JUTA PADAHAL YANG BERSANGKUTAN TIDAK KERJA APA APA KARENA TERGUGAT TIDAK BUAT MEMORY BANDING DAN SAYA SUDAH BERIKAN SELANJUTNYA 1 JUTA LAGI UNTUK TAHAP KASASI.

PERNYATAAN KASAR ALEXANDER FRANS DI MEDSOS yang berbunyi: LU MAIN OTAK DENGAN AF? BELUM LEVEL MASIH BEDA ANTARA TIMUR DAN BARAT, MARI KITA MAIN MAIN DENGAN HUKUM..HAHAHA

Hal diatas dilatarbelakangi AF tidak mau surat cabut kuasa tembusan ke PN Oelamasi sedangkan mekanismenya harus ada tembusan ke PN jika klien hendak mengambil sendiri putusan MA.

Menanggapi statemen AF di medsos, KUDJI HEREWILLA MENEGASKAN: SAYA MEMANG TIDAK SELEVEL DENGAN AF, KARENA SAYA TIDAK PERNAH MENYUSAHKAN DAN MENJEBAK ORANG. SAYA PERNAH MEMBERIKAN KUASA KEPADA AF UNTUK BERPERKARA DI PN OELAMASI DEMIKIAN JUGA SAYA MENCABUT KUASA HARUS MEMBERI TEMBUSAN KE PN OELAMASI. KARENA PN OELAMASI YANG BERWENANG DALAM HAL INI.

Perihal Gugatan Ingkar Janji Nomor Perkara 160/Pdt.G/2018/ PN KUPANG yang dilayangkan kubu ALF Law Officer kepada Keluarga Kudji P. Herewilla Cs ke PN Kelas IA Kupang pada tanggal 2 Juli 2018 akhirnya dicabut oleh AF PADA HARI RABU TANGGAL 8 AGUSTUS 2018 tanpa kami ketahui pertimbangannya.

Namun menurut kami pencabutan gugatan itu membuktikan kepada khalayak bahwa semua tuduhan terhadap kami (Kudji Herewila Cs) yang dinyatakan ALEXANDER FRANS baik melalui media cetak, media online dan medsos ADALAH TIDAK BERDASAR DAN MENGADA MENGADA.

Menyangkut laporan kami ke DIRESKRIMSUS POLDA NTT dengan nomor : STPLI/57/VI/2018/Ditreskrimsus atas perilaku AF yang menorehkan sejumlah tulisan keji yang setidaknya merusak nama baik keluarga kami di media sosial tetap terus berjalan, Biarlah hukum sendiri yang akan membuktikan kebenarannya.

Saya mencari keadilan yang sebenar benarnya dan bukan bermaksud untuk membalas dendam.

Saya bersama keluarga memaafkan namun biarlah proses hukum harus tetap berjalan sesuai dengan jalannya. Dan akhir kata kami Keluarga Kudji Pellokila Herewila, Hagha Rame Herewila dan Bani Yuliana Rame Herewila mengucapkan terima kasih kepada semua pihak termasuk teman teman pers atas atensi dan dukungan untuk meluruskan segala peristiwa yang terjadi selama ini pada keluarga kami.

Untuk diketahui acara jumpa pers Kudji P. Herewila Cs yang didampingi pengacara John Rihi bersama rekan kerja di RM Persada Samping Polda NTT pada Hari Kamis Kemarin pukul 15.00 Wita dihadiri puluhan masa media baik media cetak, media online dan media elektronik. (Yo/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru