oleh

Uang Transport dan Honor Tim Penyusun Soal USBN 2018 Kota Kupang Terbelit Masalah

 

Kantor Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang

RADARNTT, Kupang — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang kembali dibelit masalah, hal tersebut berawal adanya pengaduan dari sejumlah guru SMP di Kota Kupang kepada wartawan radarntt terkait belum meratanya pembayaran uang transport dan honor guru guru yang terlibat dalam tim penyusun soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Sebut saja mawar, salah seorang guru SMP Negeri di Kota Kupang ini dengan lugas mengungkapkan, hingga kini dirinya dan sejumlah rekan guru belum menerima uang transport dan honor dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Pasalnya uang transport dan honor yang hendak dibayar oleh Dinas Pendidikan tidak sesuai maka ia dan sejumlah rekannya menolak.

Mawar menjelaskan, Saya dan rekan rekan sudah kerja keras sebagai tim penyusun soal, namun dalam pemberian uang transport dan honor, saya diklasifikasikan sebagai tim analisis. Jelas saya tidak mau karena selisih uang honor dan transport bagi tim penyusun dan tim analisis tidak sebanding, artinya kita diberi porsi yang lebih kecil pak. Selain itu juga dikatakan, ia mencurigai adanya nama nama fiktif yang diduga berasal dari Dinas Pendidikan sebagai penerima honor selayaknya tim penyusun.

Padahal menurut pengakuannya, nama tim penyusun soal itu seharusnya dimunculkan dari guru guru yang tergabung dalam wadah MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) yang kemudian dikoordinasikan oleh MK2S (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah).

Sementara temuan media ini dilapangan, diketahui adanya sisa pembayaran uang transport dan honor senilai 32 Juta rupiah yang sempat disimpan Beny Mauko Kepala Sekolah SMP Negeri 16 selaku sekretaris MK2S selama beberapa bulan, meski pada akhirnya uang itu dikembalikan kepada Bendahara Dinas Pendidikan Kota Kupang dihadapan Robby Ndun Kepala Bidang Pendidikan Dasar yang disaksikan Ferdi Kana Ketua MGMP Matematika pada Hari Selasa sore pukul 15.15 Wita (02/10/2018). Lebih baik saya kembalikan sisa uang ini ke dinas daripada saya dicurigai macam macam pak, kata Kepsek SMPN 16.

Informasi menyangkut tersendatnya proses pembayaran uang transport dan honor tim penyusun soal USBN ini, beberapa pihak sempat mengeluarkan statement kritis namun mereka meminta namanya untuk tidak disebutkan. Ada seorang kepala sekolah yang sempat mengakui, bahwa nama nama fiktif yang muncul sebagai penerima uang transport dan honor sengaja dimunculkan dari dinas. Daftar nama nama itu dari dinas pak, dan kami juga menduga ada yang fiktif, katanya.

Selain itu ada seorang guru SMP Negeri menegaskan, Kalau tidak salah tim penyusun sekitar 70-an orang namun dalam daftar penerima uang transport dan honor mencapai seratusan orang lebih, yang saya duga nama nama itu fiktif, saya sempat lihat sendiri daftarnya hanya sayang dokumentasi saya hasilnya kabur.

Untuk diketahui berdasarkan pengakuan seorang guru, uang transport dan honor yang diterima sebagai tim penyusun sebesar 285 ribu rupiah dan bila masuk sebagai tim analisis maka hanya menerima sebesar 235 ribu rupiah. Adapun kegiatan penyusunan soal USBN ini berlangsung 4 hari pada Bulan April 2018. (TIM/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru