oleh

Warga Keluhkan Soal Kondisi Jalan di Desa Golo Wontong

RADARNTT, Borong – Kebutuhan akan jalan merupakan hal paling utama, namun terkadang kondisi jalan rusak bahkan dikatakan tidak memadai, khususnya ruas jalan yang ada di Pedesaan, faktanya kondisi ruas jalan di desa dewasa ini sangat memprihatinkan, merujuk dari kondisi tersebut Pemerintah pusat mengarahkan teropong pembangun Nasional yang dimulai dari pinggir atau desa. Sehingga gelondongan dana miliaran rupiah ‘jatuhkan’didesa melalui Alokasi Dana Desa (ADD) yang salah satu manfaatnya seperti  mengadakan Perkerasan Jalan Telford, Rabat Beton, maupun aspal lapen.

Kehadiran ADD sejak tahun 2015 tentunya membuat perubahan pembangunan wajah desa yang dapat dan mengelola  ADD, baik pembangunan fisik maupun pemberdayaan masyarakat, yang pasti tidak 100 percen desa dimaksud sejahtera, yang pasti persentase perubahan pembangunan fasilitas umum didesa tentunya sedikit memudahkan dan menyenangkan masyarakat.

Lain halnya dengan kondisi Desa Golo Wontong kecamatan Lamba Leda kabupaten Manggarai Timur (Matim) Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT). Desa yang dimekarkan dari desa induk Golo Mangung sejak tahun 2011 ini, malah pembangunan fisiknya masih terkesan morat marit. Seperti informasi yang dihimpun Tim RadarNTT melelui sumber terpercaya mengatakan bahwa pembangunan ruas jalan Telford dan drainase yang menghubungkan kampung Liang Dalo dan Betu kondisinya sangat memprihatinkan dan sangat tidak layak digunakan.

Sumber terpercaya yang enggan namanya dikorankan ini,melalui sesulernya Rabu,16/05/2018 juga merincikan sesuai Rencana Anggaran Belanja Alokasi Dana Desa (RABADD) tahun 2016 untuk pembengunan akses jalan jenis Telford dan drainase senilai Rp.574.896.439 dengan volume pekerjaan 3800 meter, namun yang dikerjakan cuman 1300 meter, dengan kondisi yang tidak diharapakan.

Untuk diketahui tahun 2017 hasil pemeriksaan Banwas kabupaten Manggarai Timur, pekerjaan tersebut menjadi temuan sehingga masyarakat desa Golo Wontong membranikan diri untuk mengadukan kondidisi ini keranah pidana yakni Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Manggarai.

Menurut sumber terpercaya tersebut bahwa Tim Tipikor Polres Manggarai sempat turun desa tersebut, dan melakukan pemeriksaan pada beberapa titik pekerjaan pembangunan fisik yang diprogramkan oleh kepala Desa Golo Wontong, namun hingga saat ini tindak lanjut dari Tim Tipikor tersebut belum juga ada titik terang, sementara warga selalu mengeluh dengan kondisi desa yang sudah memasuki 3 tahun menerima dana desa. (Tim/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru