oleh

Warga Lembata Keluhkan Buruknya Jalan dan Listrik

RADARNTT, Lewoleba – Memulai kampanye putaran ketiga di zona empat, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) NTT, Yosef Nae Soi bersama tim kampanye tiba di Bandara Wunopito, Kabupaten Lembata pukul 12.30 Wita, Minggu, (22/4/2018) disambut Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday.

Dari Bandara, rombongan langsung bergerak ke titik kampanye di Lefo Lamalera. Namun dalam perjalanan Cawagub mampir di Desa Labalimut (Boto), Desa Puor, Imulolong dan Posiwatu.

Di semua titik itu, warga hanya minta dua hal kepada Cawagub Nae Soi, yakni masalah jalan Lewoleba-Lamalera yang melintasi sejumlah desa itu. “Kalau bapak berdua sudah terpilih, jangan tutup mata dan telinga. Lihat kesusahan kami rakyat di desa. Tadi bapak sudah alami sendiri jalan kami yang sangat buruk itu, maka kalau bapak terpilih tolong perhatikan jalan kami ini,” kata tokoh masyarakat Desa Belabaja, Titus Deona.

Di Desa Puor, salah satu warga menuturkan, jalan menuju destinasi wisata bahari di Lamalera lebih pas disebut jalan tikus. Sebab, tidak pernah ada perhatian serius dari pemerintah Lembata. “Kami harap kalau Victory-Joss memimpin NTT, jalan tikus ini bisa diperbaiki, dan diperjelas statusnya” kata Yosef, yang juga menyorot masalah listrik.

Usai kampanye di Lefo Lamalera, Cawagub Nae Soi juga blusukan ke Luki, Desa Pantai Harapan. Masalah yang dibeberkan adalah listrik. “Kami sangat butuh listrik. Tiang-tiang sudah ada tapi sampe sekarang tidak pasti kapan menyala. Kami akan menangkan Victory-Joss, tapi bapak harus jamin jalan dan listrik diprioritaskan,” kata tokoh masyarakat Luki, Muhamad Sengaji.

Menanggapi semua itu, Cawagub Nae Soi menyatakan akan menyelesaikan jalan dalam waktu 3 tahun. “Masalah listrik dan air juga akan kita atasi,” kata Nae Soi, dan menjamin bersama Cagub Viktor komit menjaga kerukunan dan toleransi dalam spirit persaudaraan di NTT.

Menurutnya, infrastruktur dasar seperti jalan, listrik dan air merupakan kebutuhan dasar warga yang menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakannya bagi warga tanpa pandang bulu.

“Pemerintah wajib menyediakan layanan dasar untuk kebutuhan masyarakat, itu tugas prioritas yang mesti kita tuntaskan paling lambat tiga tahun dan kita punya cara untuk merealisasikan bukan sekadar bicara. Sehingga kita juga punya prioritas program yang dinamakan JALA (Jalan, Listrik dan Air)”, tegas Nae Soi. (TIM/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru