oleh

BAWASLU BISA BUBARKAN TIM KAMPANYE NASIONAL PRABOWO-SANDIAGA, TERKAIT PENYEBARAN BERITA HOAX RATNA SARUMPAET

-Opini-781 views
Petrus Selestinus Koordinator Tim TPDI dan Advokat Peradi

Pengungkapan kejahatan rekayasa Berita Hoax Ratna Sarumpaet hanya dalam waktu singkat dan menjadikan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka dan ditahan merupakan langkah tepat aparat Polda Metro Jaya.

Karena jika dibiarkan berlarut-larut, hal itu akan menimbulkan perasaan kebencian yang meluas di antara warga masyarakat, terlebih-lebih karena Berita Hoax itu telah didramatisir dengan komentar yang bersifat agitatif, provokatif, berlebihan dan tanpa dasar oleh Capres Prabowo Subianto dan oleh Fadli Zon, Amin Rais dkk. dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Sandi.

Menjamurnya Berita Hoax terkait kampanye Pilpres termasuk yang bersumber dari Ratna Sarumpaet, membuktikan bahwa BAWASLU, tidak peka, tidak pro-aktif alias sangat pasif, bahkan cenderung bersikap mendiamkan atau memihak kepada praktek TKN Prabowo-Sandi “memproduksi Berita Hoax” untuk konsumsi kampanye hitam dalam Pilpres 2019.

Padahal di dalam UU No. 7 Tahun 2017, Tentang Pemilu, disebutkan bahwa penyebaran Berita Hoax sebagai perbuatan yang dilarang dan merupakan pelanggaran Pemilu. Pelanggaran Pemilu berasal dari temuan pelanggaran pemilu dan laporan pelanggaran pemilu. Temuan pelanggaran pemilu merupakan hasil pengawasan aktif BAWASLU pada setiap tahapan pemilu.

Kenyataannya adalah bahwa Berita Hoax itu disebar oleh Ratna Sarumpaet, Prabowo Subianto, Fadli Zon, Amin Rais dkk. dalam.waktu yang bersamaan, semuanya berasl dari para tokoh TKN Prabowo-Sandi, namun meskipun BAWASLU tahu bahwa penyebaran Berita Hoax itu sebagai perbuatan yang dilarang oleh UU dan merupakan tindak pidana.

Namun BAWASLU hanya menjadi penonton yang tak berdaya. Karena itu BAWASLU patut diduga tidak netral bahkan berpihak ketika menghadapi praktek memproduksi Berita Hoax sebanyak mungkin untuk kepentingan Kampanye Hitam TKN Prabowo-Sandi dalam rangka memenangkan pilpres 2019.

Pernyataan Ratna Sarumpaet meminta maaf kepada Prabowo dkk, bahwa berita penganiayaan yang menyebabkan dirinya menjadi korban muka lebam, jelas sebagai skenario Prabowo, Fadli Zon dan Ratna Sarumpaet untuk menyelamatkan posisi TKN Prabowo-Sandi dari tuduhan melanggar peraturan Pemilu.

Untuk kepentingan itu maka Prabowo Subianto, Fadli Zon, Amin Rais dkk. ramai-ramai mencuci tangan meninggalkan Ratna Sarumpaet seorang diri menghadapi proses hukum.

Anehnya Ratna Sarumpaet justru hanya meminta maaf kepada Prabowo Subianto, Amin Rais dan Fadli Zon sedangkan kepada masyarakat dan pemerintah sekali tidak pernah ada permintaan maaf, padahal Berita Hoax itu isinya menjelekan pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian permintaan maaf dari Ratna Sarumpaet, Prabowo Subianto, Fadli Zon dkk. hanyalah sekedar kedok untuk menutup-nutupi keterlibatan TKN Prabowo-Sandi yang diduga kuat ikut di dalam kegiatan memproduksi Berita Hoax, termasuk yang diskenariokan dalam bentuk muka lebam akibat penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet demi kampanye hitam TKN Prabowo-Sandi.

Oleh karena itu BAWASLU harus menggunakan kewenangannya atau kewenangan Diskresi, mendiskualifikasi TKN Prabowo-Sandi dan memerintahkan untuk mengganti seluruh personalianya atau setidak-tidaknya mendiskualifikasi Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Fadli Zon, Ratna Sarumpaet, Amin Rais, Rachel Maryam dkk, untuk tidak lagi duduk dalam TKN atau menjadi Jurkam, karena tindakan mereka secara langsung tidak langsung telah menciderai Ikrar Kampanye Damai dan Jujur menuju Pemilu 2019 yang Bersih dan Bermartabat.

(PETRUS SELESTINUS, Pimpinan Pusat Pengurus Nasional Ormas HARIMAU JOKOWI, Advokat Peradi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru