oleh

Mengenal Dan Menakar Kelayakan BPR Dalam Penempatan Deposito

                                                                        Opini oleh : MARDAN Y. NAINATUN                      COORPORATE LEGAL BANK TLM

RADARNTT, Opini – Manfaat menabung bisa diperoleh hasilnya ketika kita menjalaninya secara rutin dan tekun. Kegiatan menabung merupakan kegiatan menyimpan sebagian uang yang kita punyai pada suatu tempat. Hal tersebut bertujuan untuk menjalankan pola hidup hemat dan juga merupakan pembangunan karakteristik untuk tidak menghamburkan uang yang harus diterapkan sejak usia dini. menabung memberikan manfaat besar bagi penabungnya, sebagai investasi masa depan dan hari tua. Managemen keuangan yang salah, membawa anda pada kesulitan-kesulitan hidup sehingga Tidak jarang orang yang berpenghasilan tinggi, namun tidak terlihat hasilnya.

Salah satu solusi untuk menata  keuangan anda adalah dengan menabung. setingi dan serendah apapun penghasilan anda haruslah dapat disisihkan sebagai cadangan untuk masa yang akan datang atau untuk keadaan urgent yang mungkin akan anda alami.

Dewasa ini dengan semakin bertebaran lembaga-lembaga Jasa Keuangan dalam bentuk Perbankan yang menghimpun dana masyarakat dalam bentuk tabungan, masyarakat leluasa menentukan Lembaga Jasa Keuangan Perbankan mana yang cocok dengan kebutuhan masyarakat. Tidak dapat dipungkiri, bahwa aktivitas menabung dilakukan apabila seseorang telah merasa cukup dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan menyisikan sebagian cadangannya untuk memenuhi beberapa kebutuhan di masa yang akan datang. Persaingan Berbagai lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat pada dewasa ini berimplikasi pada pemberian janji-janji mendapatkan keuntungan lebih, melalui bunga tabungan yang dipatok tinggi. Bahkan terbilang sangat tinggi jauh melampaui bunga tabungan yang di syaratkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menawarkan Investasi Bodong. otoritas jasa keuangan merilis beberapa modus investasi Bodong yakni bisa dalam bentuk Investasi uang yang  rata-rata menawarkan imbal hasil yang sangat tinggi yaitu lebih dari 30% per bulan. Investasi bodong bisa tumbuh subur karena banyak orang tergiur dengan keuntungan yang besar, namun keamanan simpanan menjadi tidak di utamakan.

Menurut Anda, manakah yang lebih Anda pilih, Bank yang menjamin keamanan uang nasabahnya atau bank yang memberikan bunga deposito yang tinggi? Data statistik mengatakan 7 dari 10 orang memilih bank yang lebih aman dibandingkan bank dengan tawaran bunga deposito yang tinggi. Akan tetapi bagaimana jika anda bisa mendapatkan kedua-duanya, keamanan uang anda terjamin secara resmi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan anda juga mendapatkan bunga simpanan yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata simpanan pada Bank Konvensional atau bank Umum?

Perbedaan Bunga Simpanan dan Aktivitas Usaha Bank Umum dan Bank Pyat (BPRerkeditan Rak)

UU No.7/1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU No.10/1998 secara jelas dalam Pasal 5 membedakan dua jenis Bank, yakni Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Selanjutnya pasal 1 ayat (4) menyatakan Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa lalu lintas pembayaran. Oleh karenanya BPR adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu dan menyalurkannya sebagai usaha BPR. Beda antara BPR dan Bank Umum adalah Bank umum memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran seperti kliring dan jual beli valuta asing sedangkan pada kegiatan BPR tidak. Karena kegiatan BPR ini tidak melayani pemberian jasa dalam lalu lintas pembayaran maka BPR tidak terlibat dalam kliring dan kegiatan usaha valuta asing. Perbedaan berikutnya dari kedua jenis bank ini bisa ditinjau dari bentuk simpanan dana yang dihimpun dari masyarakat. Jika Bank umum menghimpun dananya dalam bentuk giro dan sertifikat deposito, maka BPR tidak menghimpun dananya dalam bentuk giro dan sertifikat deposito, namun BPR hanya menerima dalam bentuk tabungan dan deposito. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa BPR tidak dapat melakukan transaksi giral, namun bank umum dapat melakukan transaksi giral. Adapun kesamaan dari kedua jenis bank ini adalah adanya larangan untuk melakukan penyertaan modal dan melakukan usaha perasuransian.

BPR adalah salah satu Lembaga Keuangan yang tak bisa dipungkiri jumlahnya cukup banyak. Berdasarkan data OJK, per Februari 2018 terdapat 1.615 BPR dengan kantor cabang mencapai 6.231 unit. Total sumber dana yang berhasil dihimpun oleh BPR mencapai Rp 104,03 triliun per Februari 2018, dengan jumlah dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 85,63 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar 68,99 persen merupakan simpanan atau deposito berjangka yang setara dengan Rp 59,07 triliun. Besarnya porsi deposito pada DPK (Dana Pihak Ketiga) di BPR bukan tanpa sebab, tetapi karena suku bunga yang dipatok BPR cukup menggiurkan. Tingkat suku bunga penjaminan yang dipatok LPS untuk BPR berada di level 8,25 persen, lebih tinggi 250 basis poin (bps) atau 2,5 persen dari tingkat bunga penjaminan yang dipatok LPS untuk bank umum di posisi hanya 5,75 persen. Tingkat bunga penjaminan ini, menjadi acuan bagi perbankan, dalam menetapkan besaran bunga simpanan deposito nasabah. Dengan tingginya tingkat suku bunga yang ditawarkan, tak heran nominal deposito berjangka di BPR mencatat tren kenaikan.

Data OJK mencatat, deposito berjangka di BPR naik 11,33 persen secara tahunan dari Rp 53,06 triliun pada Februari 2017 menjadi Rp 59,07 triliun per Februari 2018. Secara year to date (ytd), deposito berjangka di BPR naik 1,6 persen dari Rp 58,14 triliun per Desember 2017. Kontribusi deposito berjangka terhadap raihan DPK BPR, memiliki porsi yang signifikan, hingga nyaris mencapai 70 persen. Secara regulatif, Penetapan suku bunga pinjaman yang lebih besar dari Bank Umum oleh LPS ini memang sebagai bentuk penyediaan ruang bagi BPR untuk dapat bersaing dengan Bank Umum yang pada dasarnya memiliki kekuatan modal yang besar dalam menjalankan aktivitas usahanya.

Dari segi penyaluran kredit, Menghadapi tahun politik Pada tahun 2018, diprediksi pertumbuhan BPR akan mencapai 10 persen sampai 12 persen, atau naik dibanding tahun 2017 yang tumbuh sebesar  9-10 persen. Dimana, pada tahun 2017, pembiayaan sektor Perdagangan paling tinggi, dan Pada 2018, sektor yang berpotensi menjadi sasaran kredit BPR masih seputaran sektor perdagangan. Berdasarkan catatan Perbarindo, sektor perdagangan pada 2017 mendominasi sebesar 46 persen, sisanya ada pada pertanian, peternakan, industri kecil, seperti home industri, jasa dan pelayanan.

Berkaca pada berbagai data yang telah ditampilkan, pertumbuhan industri BPR pada tahun 2018 ini masih menunjukan trend positif dan menggembirakan. Satu hal yang pasti ketika kita melihat perkembangan data-data yang ada maka BPR adalah pilihan yang sangat tepat dalam menempatkan dana masyarakat dalam bentuk deposito. Dari segi keamanan, tentu saja sangat bisa dipertanggung jawabkan. Pertama, deposan bisa merasa tenang karena uang disimpan oleh lembaga yang bisa dipercaya dan memperoleh izin serta diawasi oleh pemerintah dalam pengelolaannya. Kedua, kalaupun ada resiko kebangkrutan atau dicabut izin usahanya oleh OJK, maka simpanan yang ada masih tetap dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan demikian, kehadiran BPR dan perkembangannya memenuhi harapan masyarakat untuk mendapatkan bunga simpanan di atas rata-rata Bank Umum, Aman karena dijamin oleh LPS serta terpercaya karena terus bertumbuh menandakan BPR semakin dipercaya oleh masyarakat. Harapan kedepan masyarakat dapat menjadikan BPR sebagai pilihan dalam menempatkan dananya, dengan melihat BPR-BPR yang ada saat ini hendaknya masyarakat dapat membandingkan mana-mana saja BPR yang paling unggul dan terdepan dalam memberikan pelayanan. Hal ini penting agar masyarakat mendapatkan rasa aman dalam menempatkan dananya serta memastikan bahwa BPR yang ada tersebut termasuk dalam anggota LPS. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru