oleh

Fakta Tentang Media Sosial Bagi Anak dan Remaja

Media sosial adalah media yang berupa situs-situs yang melibatkan teknologi berbasis internet. Media sosial mendorong dan memungkinkan penggunannya untuk berbagi informasi dengan keluarga, teman, dan orang lain yang memiliki ketertarikan yang sama.

Baik informasi pribadi (foto dan video) maupun informasi umum (berita dan hiburan). Koneksi melalui media sosial dapat terjadi antara kenalan dan juga orang yang sama sekali asing. Tanpa mengatur pengamanan, media sosial memungkinkan hal itu terjadi.

Sejumlah media sosial menarik untuk anak-anak, bahkan yang kurang dari 13 tahun. Padahal, rata-rata media sosial mensyaratkan usia paling tidak 13 tahun untuk dapat membuat akun.

Anak-anak, terutama yang berusia di bawah 13 tahun memalsukan usia sesungguhnya agar memiliki akun media sosial. Ada pula orang tua yang secara sadar membuatkan akun media sosial agar anak mereka yang berusia di bawah 13 tahun dapat menggunakan media sosial.

Seringkali orang tua dan guru memberikan ijin pada anak-anak mereka yang berusia di bawah 13 tahun untuk membuat akun media sosial.

Kebanyakan orang tua juga kurang menyadari bahwa beberapa platform percakapan instant (instant messaging) seperti LINE setelah mengalami transformasi mengambil bentuk menyerupai media sosial.

Jenis media sosial; facebook, twitter, snapchat, vine, youtube, instagram, path, whatsapp, BBM, Line, wechat, pinterest, ask.fm, skype, wattpad, musical.ly,telegram dan google+.

Syarat batas usia memiliki akun media sosial; usia 13 tahun mengakses twitter, facebook, instagram, pinterest,google+, tumblr, reddit, snapchat, dan scret. Usia 14 tahun bisa ditambah linkedln, 16 tahun bisa akses whatsapp, 17 tahun tambah aplikasi vine tinder, 18 tahun tambah path, youtube, keek fousquare, wechat, kik flickr.

Daya tarik media sosial bagi anak dan remaja; berkomunikasi dengan teman dan keluarga, berkenalan dan membangun relasi dengan teman baru (bisa orang asing), berhubungan/bertemu kembali dengan kawan/keluarga lama, berbagi pesan, video dan foto.

Merencanakan kehidupan sosial, berpartisipasi dalam kelompok atau kasus sesuai ketertarikan mereka, berpartisipasi dalam permainan maya dengan anggota yang lain, identifikasi sosial karena teman-teman menggunakannya.

Aktivitas anak dan remaja di media sosial; hiburan (musik, game online, film, memes), berbagi informasi termasuk informasi pribadi foto dan video, mencari informasi aktual baik yang formal maupun informal, mencari bantuan (solusi) dalam belajar, aktualisasi diri termasuk berbagi status, terhubung dengan teman, chatting, stalking, membaca, belanja, mencari teman baru, mengisi waktu kosong (ini yang menyebabkan kecanduan).

Secara umum, anak dan remaja mengakses media sosial di luar jam sekolah. Tetapi, anak yang lebih dewasa (SMP dan SMU) cenderung resisten terhadap aturan, mereka akan sembunyi-sembunyi mengakses medsos, tidak mengikuti aturan yang telah ditetapkan orang tua.

Secara umum orang tua mengijinkan anak dan remaja untuk mengakses media sosial tanpa batas pada hari sabtu dan minggu atau hari libur.

Dampak negatif media sosial; pencurian identitas, perundungan maya, pelecehan, penipuan, pornografi,kekerasan, ekslpoitasi seksual, rasa panik/cemas/rendahnya rasa percaya diri/gagap sosial, melakukan/menjadi korban intimidasi, adiksi media sosial dan game online.

Golden rules; gunakan hari libur termasuk hari sabtu dan minggu juga waktu luang lainnya untuk melakukan aktivitas bersama keluarga, batasi penggunaan media sosial pada waktu-waktu aktivitas keluarga seperti ketika makan bersama, liburan, jalan-jalan dan lainnya. Orang tua pun perlu mengurangi penggunaan perangkat komunikasi saat bersama keluarga.

Smart rules; bantu anak-anak anda memahami informasi apa yang seharusnya bersifat pribadi, kunjungi dan pelajari akun media sosial seperti yang dimiliki oleh anak anda, pelajari dan dorong anak anda menggunakan pengaturan privasi di situs media sosial, ingatkan anak-anak anda bahwa setelah mereka memposting informasi secara online mereka tidak dapat menghapusnya kembali.

Pahami dan mengetahui bagaimana aktivitas online anak anda, bicaralah dengan anak-anak anda tentang keselamatan dunia maya, sesekali anda dapat menelusuri media sosial yang mereka kunjungi untuk melihat informasi yang mereka poskan. Coba cari dengan nama julukan, sekolah, hobi, kelas, atau area tempat tinggal anda.

Hal penting yang perlu dipertimbangkan, yaitu privasi, konten yang sesuai, keamanan, dan kenyamanan. Berikan literasi media pada siswa untuk mempraktikkan otoritas terbaikdalam menggunakan media sosial.

Diskusikan media sosial apa yang mereka gunakan, apa yang mungkin berguna, atau mungkin tidak berguna di media sosial. Hormati mereka dan peduli dengan apa yang siswa anggap penting terkait aktivitas di medi asosial.

 

Sumber : Panduan Penggunaan Media Sosial (Kementerian PPPA dan Puskakom UI)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru