oleh

Mengenal Dolvianus Kolo Bakal Calon Bupati TTU

DOLVIANUS KOLO, politisi muda yang pada setahun lalu cukup menggegerkan jagat perpolitikan Nusa Tenggara Timur, kesetiaannya pada komitmen dan darah juang yang masih membara, menantang Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, dia mengambil sikap tegas mundur dari partai yang lama dibesarkannya. Ibarat menantang matahari, namun dia tidak terbakar, tetapi justru mendapat suntikan energi baru dan tetap eksis di dunia yang ia geluti sejak masih jadi parlemen jalanan sebagai aktivis mahasiswa.

Pada empat puluh satu tahun silam, Dolvianus kecil dilahirkan di desa Haumeni 21 Januari 1978. Menamatkan pendidikan dasar di SDK Peaboko. Saat di SDK Peboko, diluar jam sekolah ia mengisi waktu luang dengan menjual es milik ibu gurunya, Almarhumah Ibu Kris Lake. Walau begitu prestasi di sekolah cukup cemerlang. Bahkan tidak lasim saat itu, nilai rapor salah satu bidang studi tertera nilai 10.

Selepas Sekolah Dasar, ia melanjutkan pendidikan di SMP Xaverius Putera Kefamenanu. Di SMP juga ia meluangkan waktu untuk jualan ikan keliling kota Kefa. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Seminari Menengah Lalian-Atambua. Di seminari ini kemampuannya di bidang drama mulai terasah. Kemampuan actingnya di panggung sangat menghibur teman dan guru-guru di seminari. Di kelas 3 ia pindah ke SMUN 1 Kefamenanu dan tamat degan mencatatkan diri Sebagai salah satu pemilik NEM tertinggi.

Dolvi, sapaan karibnya, kemudian hijrah ke Kota Kupang untuk melanjutkan studi S1 di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) Undana Kupang. Di FKIP Undana ia bersama rekannya Jhon Pandak dan Agus Pandak sempat syuting beberapa drama seri di TVRI stasiun Kupang. Selain giat di dunia seni, ia juga peka dengan keadaan sosial kemasyarakatan di sekitar dia. Pada Tahun 2001-2002 ia terpilih menjadi Ketua Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Utara (IMATTU) Kupang.

Menjelang suksesi Rektor Undana tahun 2004 bersama Agus Pandak cs sempat mendekam di sel Polres Kupang, krena mempersoalkan beberapa kasus korupsi di Undana. Tahun 2005 ia terpilih secara meyakinkan menjadi Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang, Kader muda Timor pertama yang pernah duduk di posisi itu. Di GMNI Cabang Kupang ini, beliau mulai kenal dengan tokoh besar NTT. Antara lain Almarhum Piet A. Tallo, Pak Frans Lebu Raya, Pak Eeston Foenay, Pak I.A. Medah, Pak Jefri Riwu Kore, dan Pak Daniel Adoe.

Sejak tahun 2005 Dolvi bersama aktivis GMNI Cabang Kupang menggetarkan Kota Kupang, lantang mengkritisi masalah korupsi proyek pengadaan sarana kesehatan (Sarkes) di Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Dolvi menyelesaikan studi S1 di Undana tahun 2007, di tahun yang sama ia melamar ke SMPN 1 Kefa dan diterima sebagai guru honor, di tahun 2008 ia ikut seleksi panitia pemilihan kecamatan dan berhasil terpilih sebagai ketua Panitia Pemilihan Kecamatan Kota Kefamenanu untuk PILGUB NTT tahun 2008.

Sukses mengemban tugas sebagai Ketua PPK Kecamatan Kota Kefamenanu menghantar Dolvi menjadi anggota KPUD Kabupaten TTU periode 2009-2014. Saat di KPU TTU, namanya mulai melejit dan sangat fenomenal saat pilkada TTU Tahun 2010.

Pada Tahun 2013, ia memilih mengundurkan diri dari KPUD TTU dan maju menjadi calon anggota DPRD NTT melawan para juara yang sudah malang melintang di dunia politik. Sebagai kader muda ia tidak gentar, ia maju dengan penuh percaya diri dan berhasil terpilih menjadi anggota DPRD NTT periode 2014-2019 dari PDI Perjuangan.

Menjelang Pilkada Gubernur NTT Tahun 2018, sebagai salah satu tim keluarga bersosialisasi keliling NTT untuk mendukung Bapak Raymundus Sau Fernandes menjadi bakal calon Gubernur NTT. Perjuangan itu kemudian menemui jalan buntu, karena tidak mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan.

Buntut dari tidak direkomendasikannya Bapak Raymundus Sau Fernandes sebagai calon gubernur NTT dari PDI Perjuangan, Dolvi pun menyatakan mengundurkan diri dari anggota PDI Perjuangan dan Anggota DPRD NTT.

Dolvi bersama Bapak Raymundus Sau Fernandes kemudian mengambil keputusan yang sangat fenomenal dan turut menentukan arah perpolitikan di NTT dengan mengalihkan dukungan ke Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat, calon gubernur NTT hasil koalisi NasDem, Golkar, Hanura dan PPP dan berhasil mengantar Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat menjadi Gubernur NTT.

Pada Pemilu tahun 2019, Dolvi kembali terpilih lagi menjadi anggota DPRD NTT periode 2019-2024 dari partai NasDem mewakili daerah pemilihan NTT 7, mencakup kabupaten TTU, Belu dan Malaka.

Menjelang ditabunhnya genderang Pilkada Serentak tahun 2020 pada 23 September ini, nama Dolvianus Kolo kembali santer disebut berbagai elemen masyarakat untuk maju bertarung merebut kursi nomor satu Kabupaten TTU.

Dia pun merespons diplomatis, “sebagai kader kita selalu siap jika rakyat menghendaki dan partai memerintah, kita tentu siap mengemban amanah itu,” tegasnya singkat kepada radarntt.co, Sabtu, (14/9/2019) petang.

Untuk itu, dia memohon dukungan doa dan kerja sama semua pihak agar bisa menjalankan amanah kala Tuhan merestui. (TIM/RN)

Komentar