oleh

Kisah Keberagaman Semasa Kecil Menteri Johnny

Pagi itu, Auditorium Kampus Universitas Islam Negeri Jakarta sudah mulai penuh. Jelang 10.00 WIB, ruang berkapasitas 1.000 orang itu pun mendadak penuh hingga meluber ke luar gedung. Tak berapa lama, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate membicarakan ruangan. 

Saat dipindahkan Auditorium, Menteri Johnny mengangkat tepuk tangan mahasiswa. Suara gemuruh menggema ke seluruh ruangan. Menteri Kominfo lalu membalas tepungan tangan mahasiswa seraya berkali-kali melempar senyum.   Mahasiswa tampak tampak tak sabar untuk segera melihat penampilan menteri yang digelar pengusaha itu.

Di depan panggung, orang nomor satu di Kementerian Kominfo yang menentang Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Ahmad Rodoni, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama Khoiruddin, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian untuk Masyarakat (LP2M) Jajang Jahroni, dan Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) Kamarusdiana.

Hari itu, Rabu (11/03/2020) kali pertama kunjungan pria kelahiran Manggarai Nusa Tenggara Timur ke kampus di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.   Menteri Johnny hadir memberikan ceramah sekaligus pembekalan kepada para mahasiswa yang akan mengadakan kuliah kerja nyata (KKN) di bulan Agustus mendatang.

Miniatur Indonesia

Menteri Johnny mengenakan pakaian kasual bergaya anak muda. Berjaket putih dengan logo Kementerian Kominfo. Dipadupadan dengan celana jeans hitam serta sepatu kets hitam-putih. “Saya sangat senang bertemu dengan para mahasiswa. Lebih dari itu mereka adalah mahasiswa yang akan ber-KKN, mengabdi untuk masyarakat,” katanya.

Di depan para siswa yang semuanya duduk di lantai, Menteri Kominfo bercerita tentang keberagaman. “Desa saya merupakan miniatur Indonesia atau desa multietnis,” cetusnya. 

Kota Ruteng berada di dataran tinggi 1.200 meter di atas permukaan laut. Tepatnya di kaki Gunung Anak Ranaka. Pebukitan hijau yang mengharuskan ibu kota Manggarai membuat kawasan itu memiliki lebih banyak suhu dibandingkan kota lain di Flores. 

Keberagaman itu, menurut Menteri Johnny tampak dari kerukunan hidup berdampingan antarumat beragama. “Di Ruteng, tanah kelahiran saya, waktu usia SD sering berolahraga di lapangan depan masjid sebelum tiba waktu Magrib,” kenangnya. 

Keseharian itu membuat Menteri Johnny terbiasa mendengar suara azan berkumandang. “Mendengar suara azan untukku sudah terbiasa,” katanya.

Program Melek Digital Lewat 3

Menteri Kominfo mengundang mahasiswa untuk melek teknologi digital. Penguasaan yang dibutuhkan sebagai upaya mengembangkan Sumber Daya Manusia wirausaha digital di Indonesia.

“Karena digitalisasi dewasa ini sudah berkembang pesat dan tidak bisa dilepas lagi. Bangsa Indonesia mau tidak mau harus menyiapkan talenta digital,” paparnya.

Menteri Johnny mengungkapkan Kementerian Kominfo menyiapkan tiga program unggulan untuk menyiapkan talenta digital di Indonesia. “Pertama, program Gerakan Nasional Literasi Digital yang ditujukan bagi masyarakat umum. Program ini di butuhkan memberikan pelatihan dasar tentang keterampilan digital,” jelasnya.

Adapun program kedua, menurut Menteri Kominfo adalah beasiwa pelatihan Beasiswa Digital. “Program Beasiswa Digital Talent menyediakan pendidikan bagi para pelajar dan sarjana perguruan tinggi untuk pekerja teknisi di bidang digital,” jelasnya.

Selain itu, untuk sektor publik dan pemerintahan, Kementerian Kominfo juga menyiapkan Akademi Kepemimpinan Digital. “Ketiga, kita juga siapkan program Akademi Kepemimpinan Digital, yaitu menyediakan pendidikan untuk para pejabat di sektor publik dan privat, termasuk dosen dan kepala dinas, untuk meningkatkan keterampilan digital,” jelas Menteri Johnny.

Menteri Kominfo menyampaikan materi bertajuk “Menyongsong Kewirausahaan Digital Indonesia” di hadapan 4.000 mahasiswa yang memadati Gedung Auditorium UIN Jakarta. Kegiatan KKN Mahasiswa UIN Jakarta digelar bulan Agustus mendatang di lima kabupaten, yaitu Tangerang dan Lebak di Provinsi Banten serta Bogor, Cianjur, dan Sukabumi di Provinsi Jawa Barat. KKN akan diikuti oleh sekira 4.000 peserta yang dibagi ke dalam 200 kelompok.

Komentar

Jangan Lewatkan