oleh

Tiga Srikandi NasDem NTT di Senayan

Posisi lowong kursi Anggota DPR RI fraksi NasDem yang ditinggal Johnny G. Plate sejak dilantik menjadi Menteri Kominfo di Kabinet Indonesia Maju, akhirnya kembali terisi oleh peraih suara terbanyak kedua Julie Sutrino.

Pelantikan Julie Sutrino sebagai Anggota DPR RI antar waktu periode 2019-2024 berlangsung Kamis, (27/2/2020) siang di Gedung Nusantara Senayan Jakarta, yang dipimpin langsung Ketua DPR RI Puan Maharani.

Julie Sutrino mewakili daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) 1 yang meliputi seluruh Flores, Lembata dan Alor. Terdapat 10 Kabupaten di daerah pemilihan itu yang akan diwakili aspirasinya oleh Julie Sutrino yang juga sebagai istri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Kehadiran Julie Sutrino di Senayan melengkapi jumlah tiga srikandi asal NasDem provinsi NTT di lembaga terhormat itu.

Untuk diketahui, sudah hadir di Senayan lebih dulu dua orang srikandi asal NasDem provinsi NTT dari daerah pemilihan NTT 2 yang meliputi Sumba, Timor, Rote Ndao dan Sabu Raijua, yaitu ibu Kristiana Muki dan ibu Ratu Wulla Talu.

Ketiga srikandi bakal berjibaku dengan para politisi di tengah kentalnya budaya politik patriarki, untuk mengolah dan menanak dengan baik aspirasi dan kepentingan rakyat NTT di ‘rumah biru’, partai yang mengusung tagline “Politik Tanpa Mahar dan Restorasi untuk Indonesia Maju”.

Mereka menempati komisi yang strategis. Julie Sutrino di Komisi IV yang membidangi Pertanian; Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Kelautan. Sedangkan Kristiana Muki berada di Komisi II yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah; Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Kepemiluan; Pertanahan dan Reforma Agraria. Dan Ratu Wulla Talu di Komisi IX yang membidangi Kesehatan; Ketenagakerjaan; Kependudukan;

Bidang urusan di ketiga komisi tersebut sangat relevan dan bersentuhan langsung dengan kondisi riil kehidupan masyarakat NTT yang masih dihantui masalah kemiskinan, kebodohan dan stunting yang selalu berada di posisi tiga teratas secara nasional.

Semoga kondisi faktual masyarakat NTT saat ini, menjadi landasan pijak ketiga srikandi untuk berjuang membela nasib anak-anaknya. Jadilah ibu bagi semua anak yang masih membutuhkan sentuhan di pelosok 22 Kabupaten/Kota.

Komentar