Dua Ribu Dua Puluh Dua

Aku tercenung tanpa kata Bak insan yang kelu Termenung dalam hening Penglihat seolah tak berkejap Sejenak, aku kembali dalam ingatan

Vesper

Kala mentari berlalu.. Ditinggalnya seberkas senja Menggantung pada langit-langit kelam.. Kini aku berteman dengan senja bersama para kaum berjubah itu..

Meditasi

Diam.. Tak ada kata yang diucap.. Gelap.. Tak ada penerangan.. Dalam Kapela tua berselimutkan debu yang berhamburan dari sudut ke

Adonai

Adonai.. Tahukah engkau bila tubuhku dirobek dengan sepenggal kata.. Lalu menembus sampai ke jantung.. Sejenak Aku diam terpaku, Meratapi tubuhku

No More Posts Available.

No more pages to load.