Sunyi

Kau labuhkan senyum yang belakangan ini perlahan menikamku dari sepotong waktu di suatu pagi Daya mulai terusik dikemudian hari menyantap senyummu diam-diam

Di Depan Kios

Saya tidak menyangka, ada rindu yang tumbuh subur di sela pertemuan kita yang sebentar tadi. Saya kira hanya kata-kata biasa, seperti basa

Kenangan

Sedang apa kau hari ini? Mungkin kau sedang duduk seorang diri di teras rumah sambil meneguk secangkir teh. Saya bisa membayangkan teh

Sejenak

Sebuah Kata Yang Terhenti Dengan Sebuah Ucapan Sembilu Sebuah Kisah Itu Terukir Dalam Sebuah Ingatan Hangat Secangkir Cerita Yang Dituangkan Hari Ini

Di Antara Serpihan yang Tersisa

Wajah Kota Kupang boleh dibilang telah dan tengah didandan. Memikat juga mengikat batin. Betapa Kota Karang yang garang karena terik bak gadis

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.