Luka Tubuh Bhinneka

Luka tubuh bhinneka Oleh sayatan sembilu jejak sejarah Itu adalah lalu yang mesti tak menyayat Sehingga tak kembali berdarah Tapi kini! kembali

Menjagamu

Aku tak mau menjadi racun setetes Yang larut dalam kopimu Untuk membuatmu tersiksa Dan terbunuh secara perlahan Aku lebih memilih menjagamu Dengan

Durja

Raga menampik lelah Tapi tubuh butuh rihat Tak pantas menimbun lelah Sekali waktu luangkan rihat. Lunjurkan telapak kaki, Teguklah segelas nira Sadapan

Sabar itu Subur

Sejak subuh bergegas, berpeluh hingga petang menjemput, lalu kembali dalam sejuta harap agar esok kembali lagi. Saban hari kisah berulang, untuk menyambung asa.

Di Mana Hatimu

Cerita ini pahit Cerita yang menumpahkan air mata Sulit untuk dilupakan Sepanjang hidup. Bagaimana bisa dipahami Dengan semua kejadian dunia Yang sudah

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.