oleh

Keras Hentikan Kekerasan

-Cerita-204 views

HARI ini aku mendengar kabar dari Bundamu, bahwa tadi pagi kamu tonjok pembullymu tepat di hidungnya hingga berdarah. Bundamu bilang bahwa dia yang memintamu untuk terus bersabar selama ini. Sabar selalu ada batas, tapi bukan itu poin pentingnya.

Bagiku pelaku bully tak boleh hanya mendapat peringatan, tapi juga pelajaran, agar dia tak melakukan pada siapapun juga, termasuk ke kamu. Aku mendukungmu. Andai Opa Oma masih hidup, mereka juga akan mendukungmu.

Jika memang perlu, kamu bisa belajar bela diri. Bukan untuk menjadi pelaku kekerasan, bukan juga untuk gagah-gagahan, tapi untuk membela diri dari orang-orang seperti itu, dan justru untuk menghentikan kekerasan-kekerasan yang selama ini dibiarkan.

Bila kamu sudah bisa melindungi dirimu dari para pelaku bully dengan kemampuan bela diri, kamu juga akan siap untuk memberikan bantuan pada mereka yang selama ini jadi korban bully.

Aku pernah bercerita bagaimana Opa dulu mendatangi rumah tetangga, menyeret ayah teman sebayaku keluar, mencengkeram lehernya, untuk peringatan agar anaknya tak lagi memukulku. Saat itu, aku hanya bisa menangis jika dibully, sampai akhirnya aku masuk perguruan silat TKK (Tapal Kuda Kuningan) asuhan Pak Munir, tak jauh dari rumah.

Kalaupun kamu enggan belajar bela diri, juga tidak apa-apa, namun kamu harus ingat bahwa pelaku bully akan selalu ada, bisa datang dari latar belakang apa saja. Ada yang membully karena merasa ia paling jagoan, karena punya banyak teman, karena punya berlimpah uang, karena punya jabatan, karena punya senjata, juga ada pelaku bully atas nama agama dan Tuhan.

Jangan menyesal untuk apa yang sudah kamu lakukan. Aku tak mengajarimu menjadi pelaku kekerasan, justru aku hendak katakan bahwa kamu harus bisa hentikan mereka, para pelaku kekerasan itu.

Kamu sudah SMA, sudah semakin mengerti dunia.

Kamu harus bisa menjadi pohon cemara pada musim dingin.

Ketika masuk musim gugur, kebanyakan pohon menjadi meranggas, daunnya berjatuhan, tapi tak semua pohon. Ada beberapa jenis pohon yang tetap hijau lebat, menantang musim gugur dan musim dingin. Pohon-pohon jenis itu menjadi simbol kekuataan langka, istimewa.

Kini kamu mengerti, mengapa kemudian pohon cemara dijadikan simbol pohon natal yang tetap hijau diterpa salju, tak layu daunnya. Setiap simbol memiliki makna.

Kemarin adalah salju pertama, 21 November 2020. Tahun lalu, salju turun pada 30 Oktober 2019. Cukup jauh bedanya. Dan hari ini, kami berdua menengok hutan di belakang tempat tinggal kami, semua putih. Kecuali jenis pohon tertentu yang biasanya digunakan sebagai pohon natal. Aku sertakan foto-foto untukmu.

Peluk ciumku untuk adik-adikmu.

Cerita untuk Kakak Ames.

 

Moskow, 22 November 2020
Oleh: Joaquim Lede Valentino Rohi

Komentar

Jangan Lewatkan