oleh

Kisah Hidup Bersama Erik Rede Wakil Bupati Ende Terpilih

-Cerita-2,509 views

Saya mengenali beliau sebagai seorang aktivis Extra Parlementer sejak Tahun 1997 ketika itu terjadi Demontrasi Lintas Kampus di Kota Kupang menuntut Turunnya Tarif Angkota yang dianggap sangat memberatkan Pelajar Mahasiswa sebagai akibat dari naiknya Harga BBM.

Demonstrasi di depan Kantor Gubernur NTT, yang berjubel ribuan mahasiswa dan pelajar Kota Kupang itu disepakatilah kami berempat sebagai utusan menjadi jurubicara saat beraudensi dengan Gubernur Piet A.Talo, SH, Ketua DPRD NTT, DANREM, KAPOLDA dan Instansi terkait lainnya.

Awalnya saya tidak mengenali mereka, belakangan setelah masuk organisasi PMKRI Cabang Kupang ternyata mereka-mereka ini ada pembesar dan pengurus baik sebagai Ketua, Sekjen dan Kepala Bidang. Mereka adalah aktivis kondang yang sudah malang melintang di Kampus dan sebagai Parlemen Jalanan, pasalnya saya baru sebulan duduk di bangku kuliah sebagai calon mahasiswa.

Ke-empat orang itu adalah Agustinus Tamo Mbapa, Pengusaha Muda yang sukses di Jakarta saat ini menjadi orang penting di DPP Partai Demokrat, berikut Fransiskus Sukmaniara, Calon Bupati yang bertarung di periode kemarin, sebelumnya adalah Anggota DPRD Manggarai Barat, kemudian saya sendiri, sebagai Kepala Seksi selama 15 Tahun dan terakhir teman akrab saya, Ericos Emanuel Rede, Anggota DPRD Ende 3 peroide/Ketua DPD Partai NasDem kabupaten Ende yang baru kemarin melalui perjuangan yang panjang akhirnya 23 suara Anggota DPRD telah mengantarnya menjadi Wakil Bupati Ende.

Setelah pertemuan hari itu, besok harinya semua koran dan tabloid di Kota Kupang memberitakan kegiatan hari itu dan memasang foto besar besar sebagai head line news. Sejak itu saya mulai tertarik dan tergerak hati menjadi aktivis, dan mulai belajar dan akrab dengan beliau. Kami selalu bersama sama dalam berbagai aksi, yang secara kebetulan waktu itu bertepatan dengan hiruk pikuk suksesi Kepemimpinan Gubernur NTT.

Bersama Erik Rede panggilannya, kami selalu mengambil bagian dalam aksi aksi, menggalang mahasiswa dari kampus ke kampus, membuat skenario-skenario, membuat peta pergerakan dan lainnya, dan setiap pergerakan kami selalu didukung oleh tokoh tokoh besar intelektual dan visioner seperti Prof. Dr. Ali Liliweri, Dr. Chris Boro Tokan, Marsel Tupen Masan, Dr. Filemon Da Lopez, Dr. Thomas Ola Langoday, Dr. Acry Deodatus dan banyak tokoh yang memberi dukungan waktu itu. Sejak saat ini kami (Erik Rede) mulai di kenal karena setiap hari media terus memberitakan.

Erik Rede, tokoh yang satu ini adalah fenomenal, selama menjadi mahasiswa dia dikenal luas, memiliki banyak teman, memiliki jaringan yang luas dengan tokoh pergerakan maupun para senior, selain beliau berwajah tampan dan eksentrik, cepat akrab dan memiliki aura sebagai pejuang yang tak kenal lelah. Beliaulah yang mengajak dan mengantar saya ikut ambil bagian dalam berbagai momen, hidup dan besar di jalanan dengan motto “puncak tertinggi dari cinta adalah menjadi seorang revolusioner” sampai sampai kalangan aktivis selalu menyebut kami sebagai tokoh pejuang. Kami berdua selalu mendapat kemudahan dalam berbagai kesempatan.

Pernah kerja dan tinggal bersama

Pertemanan kami seperti saudara, saya diajak tinggal besama mereka di Oesapa bersama istrinya Ibu Merlyn dan anaknya, Setiap hari kami pulang pergi menggunakan mobilnya untuk aktivitas dan kegiatan di kampus.

Satu ketika kami diajak oleh Pak Gerard Lema, bekerja di Perusahaan Sasando, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Percetakan dan Penerbitan Harian yaitu Koran Sasando Post yang berlokasi di Komplek Soverdi Oepura, perusahan koran milik Keluarganya bapak Ansy Lema. Ketika itu kami berdua dipercaya menjabat sebagai Sirkulasi yaitu menghitung berapa jumlah opla percetakan setiap hari dan melakukan distribusi ke semua sudut kota, daratan Timor dan keluar daerah. Alhasil perusahaan berjalan dengan baik dan kami berdua diberi kepercayaan selain sebagai Sirkulator kami juga diberi kartu kontributor freelance memberi kontribusi berita untuk wilayah Kota Kupang.

Mendengar beliau sudah terpilih

Sudah lama saya tidak bertemu secara langsung karena berbagai kesibukan masing masing, tetapi saya terus mengikuti perkembangan perjalanan karir beliau melalui berbagai media salah satunya adalah medsos, mengikuti perjalanan selama menjadi anggota DPRD Ende dan mengikuti proses panjang perhelatan politik penentuan siapa calon yang pantas mengisi jabatan Wakil Bupati yang lowong selama beberapa tahun.

Akhirnya berita kemarin kamu telah terpilih, karirmu terus bersinar semakin meninggi karena dusun menyapa desa memanggil, kamu diutus, saatnya orang aktivis memimpin buatlah yang terbaik untuk Ende Lio Tanah Sare..

Selamat, proficiat untuk saudaraku…!!!

Salam dari Puncak Kimang Buleng.

 

Oleh: Herman Alisari

Komentar