oleh

Pemenang vs Pecundang

-Cerita-436 views

Dua jenis manusia dalam pertarungan hidup. Kata orang, hidup adalah perjuangan. Berhasil dalam perjuangan, disebut pemenang. Kalah dalam perjuangan, disebut pecundang. Tentu ada alasan, kenapa menang dan kenapa kalah.

Banyak faktor berpengaruh. Tapi kita lihat saja faktor subjektif. Faktor manusianya. Dengan segala dinamika psikisnya. Ada dua tipe yang berbeda.

Tipe pemenang. Kharakternya kuat. Ciri-cirinya disiplin, rajin, tekun, sabar, optimis, bijaksana, kreatif, rendah hati, murah hati, suka belajar, selalu ingin maju, mampu bangkit setelah gagal.

Selain semuanya itu, ia memiliki basis rohani yang tertata apik. Spiritualitas yang diolah dan dikelola dengan doa dan refleksi intensif.

Tipe pecundang berlawanan dengan semua itu. Kharakternya lemah. Bawaannya malas, cari gampang, mental enak, mental easy going, kutu loncat, cepat menyerah, kurang ulet, miskin kreativitas, sirik, mental kopi paste, mupet alias muka pesta, suka hura-hura, suka ngeles dan cari alasan bila gagal, pesimis, cenderung main kambing hitam, lari dari kenyataan, putus asa bila gagal, sulit bangkit dari kegagalan. Dimensi spiritualitasnya morat marit. Hanya berdoa di kala susah. Sesudah itu lupa Tuhan, lupa diri.

Menjadi manusia pemenang atau manusia pecundang, itu pilihan. Setiap orang bebas memilih. Tak ada yang paksa. Toh, yang jalani bukan orang lain. Diri sendiri. Dengan segala konsekuensi. Dan siap bertanggung jawab. Juga siap menerima hasil akhir: kebahagiaan yang sejati sebagai seorang manusia.

Pengalaman membuktikan, manusia pecundang sulit menemukan kebahagiaan sejati. Bila bertubi-tubi jadi pecundang, maka waspadalah. Bisa-bisa S3 beruntun: Stres, Sakit dan Stop.

 

(Oleh: Romo Sipri Senda, Pr)

Komentar

Jangan Lewatkan