oleh

Perempuan Diciptakan dari Tulang Rusuk Laki-Laki

-Cerita-216 views

Perempuan. Diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Menurut kisah kitab suci.

Lalu seorang Erich Fromm (kalau tidak salah) menulis lanjutannya yang epik. Bukan diciptakan dari kepala, untuk dijadikan atasan. Bukan dari kaki, untuk dijadikan bawahan. Tetapi dari tulang rusuk. Dekat dengan tangan untuk dilindungi. Dekat dengan hati untuk dicintai.

Rumusan itu kelihatan menarik. Menggugah rasa. Sampai ada yang pasang di status. Perempuan dari sononya tercipta dalam rancangan ilahi, sebagai yang sepadan dengan laki-laki. Tercipta sebagai bagian eksistensial dari keberadaan bersama. Tiada laki-laki tanpa perempuan. Tiada perempuan tanpa laki-laki. Hakikat keduanya adalah ada bersama.

Sebagai yang sepadan, relasi eksistensial keduanya bukan atasan bawahan, bukan tuan hamba, bukan majikan anak buah. Relasi eksistensial, bukanlah relasi profesional. Atau bentuk relasi sosial lainnya. Relasi eksistensial menyangkut hubungan berdasarkan keberadaan yang dirancang Pencipta. Relasi sepadan yang berbasis kasih, sikap hormat, saling menghargai, saling menolong, saling melengkapi, saling menjunjung tinggi martabat pribadi masing-masing.

Dalam relasi eksistensial ini, nihil pola relasi subjek objek. Kedua pihak adalah subjek setara dengan martabat senilai. Maka pada tataran eksistensial ini, tidak ada pengobjekan pihak lain. Tidak ada penindasan, penganiayaan, perusakan martabat.

Eksistensi adalah koeksistensi. Berada adalah berada bersama. Pada titik primordial, ada bersama itu adalah ada bersama laki-laki dan perempuan, perempuan dan laki-laki, dalam kesepadanan kodrati seturut maksud Pencipta.

Dari perspektif ini, tindakan kekerasan dalam bentuk apapun terhadap perempuan atau laki-laki adalah bertentangan dengan kodrat kesepadanan manusia, perempuan dan laki-laki. Kekerasan terhadap satu pihak, adalah pengingkaran terhadap hakikat dan martabat eksistensial kemanusiaan, sebagai yang berada bersama secara sepadan.

Perempuan dan laki-laki adalah citra Pencipta. Merusak yang satu artinya menentang rancangan Pencipta. Menghidupi citra Pencipta adalah menghayati hakikat dan martabat eksistensial sebagai manusia dengan baik dan benar sesuai maksud Pencipta.

Maksud Pencipta itu terangkum dalam ungkapan satu koin dua sisi: mengasihi Tuhan, mengasihi sesama (perempuan dan laki-laki). Mengasihi pada tataran Agape.

Selamat Hari Perempuan, buat ibuku, saudari-saudariku, dan semua sahabat perempuan. Kalian semua adalah yang sepadan, yang menjadikan eksistensiku menjadi koeksistensi terberkati. Tuhan melihat dan memberkati.

 

Oleh: Rm. Sipri Senda, Pr

Komentar

Jangan Lewatkan