oleh

Menanam Harapan di Tanah Kering

-Cerita-307 Dilihat

Menanam harapan di tanah kering. Ia sangat membutuhkan, tekad baja. Dan syukurlah, upaya itu tidak sia-sia. Benih harapan, telah tumbuh. Ini terjadi di Timor Tengah Selatan. Manajemen multiple crops, menjadi salah satu kunci memelihara harapan. Tentu disamping pendampingan dan tekad dari petani itu sendiri. Berani keluar dari kebiasaan lama.

Menyadari, sudah lebih dari 30 desa terfasilitasi. Sophistikasi manajemen pendampingan, tampaknya perlu ditingkatkan. Kini, mulai memerlukan teknologi digital. Pemetaan koordinasi penanaman dan maupun koordinat, makin diperlukan. Tingkat kerumitan dan manajemen strategi, akan terus meningkat.

Pekerjaan-pekerjaan riil seperti ini, tak mungkin usai. Bila hanya, terus didiskusikan. Realisasi dan eksekusi, menjadi penting. Apalagi, bila tak punya resources yang cukup. Gotong royong dan berjejaring, menjadi kunci. Ini juga membutuhkan keuletan tersendiri.

Saya selalu jatuh hati pada terobosan-terobosan memfasilitasi orang-orang kecil mengatasi kemiskinan, dengan upayanya sendiri. Mereka melihat harapan. Lalu, bekerja keras. Kenapa, saya jatuh hati? Mungkin, karena saya melihat diri sendiri. Tapi prinsipnya sih, melihat orang bekerja keras, memang mesti mendapat respek tinggi.

Tiba-tiba ingat hal ini. Karena, malam-malam mendapat pesan dari seorang Kyai yang begitu dihormati di Jawa Timur. Beliau, meminta dukungan untuk pengembangan sosial ekonomi masyarakat desa yang telah dirintis (sustainable livelihood). Dengan segenap komitmen dan segala ijtihad diri, tentu akan diupayakan.

Sudah ada beberapa pihak yang mau mendukung. Semoga, akan bisa berjalan dengan baik. Bila di daerah yang alamnya sangat berat (begitu kering dan sangat sulit air) bisa, semoga di medan yang lebih bersahabat juga berhasil.

Dan saya memang selalu rindu, dengan suasana perdesaan. Berefleksi, mendengarkan dan belajar dari apa yang disampaikan para petani atau pendamping. Banyak hal yang sebenarnya bisa kita lakukan. Sangat banyak. Seringkali kesal dan galau dengan hal ini.

Sayangnya, hanya kesal saja, tidak akan menyelesaikan masalah. Ya sudahlah, semoga bisa berkontribusi meskipun kecil.

 

Oleh: Setyo Budiantoro

Komentar