oleh

Mama Papa, Aku Mau Jadi Pastor

-Cerpen-12.338 views
Spread the love

Panggil saja aku El.

Ketika aku duduk di kelas 5 SD aku ingin sekali masuk Seminari Menengah, tetapi sayangnya kedua orang tua ku tidak mengizinkannya alasan faktor ekonomi.

Aku sangat kecewa dan putus asa dan dengan alasan tersebut ketika aku duduk di kelas IX SMP aku juga enggan mengikuti testing masuk Seminari Menengah Atas, karena alasan kedua orang tua ku masih terngiang-ngiang dalam memoriku.

Tetapi, punya bercita-cita menjadi seorang pastor masih ada dalam sanubariku. Semenjak Masuk SMA non seminari bercita-cita menjadi seorang pastor hilang total dari hidup ku dan tentunya Aku benar-benar melupakan Jesus dan terus mengingatkan Jesi yang selalu hadir dalam hidupku dan aku pun berpacaran dengannya, kira-kira dua tahun lamanya.

Aku ingat waktu itu, 13 Oktober 2019 ketika aku sedang asyik menikmati Kopi Manggarai, aku didatangi tiga orang yang sangat berwibawa sekali. Salah satu dari ketiga orang itu aku kenal dan duanya tidak ku kenal. Orang yang ku kenal itu adalah Nar alumnus dari  SMA tempat aku belajar dulu dan dia adalah kakak kelas ku.

Aku sangat kaget ketika dia mengajak aku masuk Biara dan nama kongregasinya ialah Kongregasi Misionaris Santu Karolus Borromeus Scalabrinian (CS). Rupanya mereka itu adalah para frater. Keinginan yang sudah lama mengilang pun datang. Apakah Tuhan betul-betul memanggilku? Pikir ku.

Dan kebetulan mereka pulang promosi panggilan di Sekolah-sekolah menengah atas (SMA) salah satunya sekolah. Karena begitu mendadak, aku sangat ragu dan bimbang dan pada akhirnya . Setelah  Mereka Menceritakan sekilas tentang kongregasi itu aku pun mengiyakannya dan langsung mengikuti ujian pada saat itu.

Kedua orang tua ku belum mengetahui hal itu, karena mereka tidak berada dirumah sore itu. Dan aku takut menceritakan kepada mereka tentang kejadian sore itu. Setalah makan malam, tak segan-segan aku pun membuka suara dan menceritakan bahwa aku ingin masuk Biara dan aku sudah mengikuti test dan tinggal menunggu hasilnya. Suasana yang tak pernah kubayangkan selama ini ternyata muncul juga, kedua orang tua ku sangat senang dan sangat mendukung atas keputusan ku. Aku pun ikut bahagia.

Lima bulan kemudian aku mendapat miskol dari nomor yang tidak ku kenal. Saking banyaknya panggilan tak terjawab aku pun menelepon nomor tersebut dan terdengar suara dari balik tersebut dan dia menyebut nama lengkap ku dan mau memastikan bahwa yang Meneleponnya adalah aku dan tentunya aku menjawab “ya benar”.

Dia pun melanjutkan pembicaraannya dan di sela-sela pembicaraannya itu dia mengatakan bahwa saya dinyatakan lulus masuk Biara dari kongregasi Misionaris St. Karolus Borromeus Scalabrinian dengan misi melayani para migran, Melindungi para pengungsi dan pelaut di seluruh dunia. Aku pun lompat kegirangan dan menyampaikan kabar gembira tersebut kepada kedua orang tua ku dan mereka juga ikut bahagia.

Dan puji Tuhan sampai sekarang aku sedang menjalani tahun ketiga hidup membiara. Semoga Tuhan selalu memanggilku.

 

Oleh: Erasmus

Komentar

Jangan Lewatkan